Rintik Hujan Keberkahan

Bismillah,

Masih dalam suasana Idul Adha saya berdoa semoga Allah menerima amal ibadah kita, “Taqobbalallahu minna wa minkum”. Semoga apa yang kita qurban-kan menjadikan lantaran untuk taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah), tentu saja dengan syarat harus ikhlas hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Ali Radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menuturkan kepadaku empat kalimat: “Allah melaknat orang yang menyembelih binatang dengan berniat bukan Lillah, Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, Allah melaknat orang yang melindungi seorang pelaku kejahatan, Allah melaknat orang yang merubah tanda batas tanah.” (H.R. Muslim)

Disaat mereka menyembelih dan disaat mereka berqurban maka hendaknya seorang hamba itu meyakini bahwa itu adalah ibadah yang dengannya dia mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wata’ala, maka hendaknya dia ikhlas, dia tidak menyembelih qurban melainkan semata-mata mendapatkan ridho Allah Subhaanahu wata’ala,

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء

“ Dan tidakalah mereka diperintahkan, melainkan mereka hanya diperintahkan menyembah hanya kepada Allah dengan ikhlas yang jauh dari perbuatan syirik”

(Q.S :Al-Bayyinah 5 )

Oleh karena itu Allah Subhanahu Wata’aala berfirman :

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”

(QS.Al-Hajj:37)

***

Sekedar sharing saat sholat Ied kemarin di Denpasar..

Sudah kedua kalinya saya berhari raya qurban di Denpasar, tapi baru kali ini saya kehujanan di lapangan saat hendak sholat. Rasanya sungguh sejuk dan sedikit dingin, hehe.. Terbukti dengan jari-jari kakiku yang kerut berwarna agak pucat.

“Allahu akbar..Allahu akbar..Allahu akbar…Laa ilaaha illallahu wa allahu akbar..Allahu akbar wa lillahilhamd” 

Saya berangkat ke masjid jam 06.10 wita, tepat 5 menit sebelum saya keluar, hujan turun. Karena kawan-kawanku masih mandi, maka saya berangkat sendiri setelah ku hitung jumlah kendaraan yang ternyata cukup dinaiki oleh beberapa orang temanku yang lain. Saya kira hujan hanya turun disekitar sini saja, di musholla tempat sholat ied pasti sudah reda, pikirku demikian. Ternyata..belum saya sampai di musholla (lapangan tempat sholat id) hujan bertambah deras, laju sepeda motor pun melambat.

Setelah sampai dan saya memarkirkan kendaraan, hujan mereda, walau masih gerimis rintik-rintik. Terdengar gema takbir yang tak terputus dikumandangkan oleh takmir masjid penyelenggara sholat Iedul Adha. Terlihat sudah banyak orang, waktu itu sudah sampai 5 shaff. Saya menyelip masuk ke shaff kedua yang masih ada celah. Subhanallah..dalam keadaan gerimis, orang-orang ini tak gentar sedikitpun untuk berpindah. Semangat takbir pun terasa bertambah kuat, atmosfirnya sungguh beda.

Tak kalah menarik perhatiannya, saya lihat ada sesosok pemimpin yang sedang duduk di shaff pertama ber-jas cokelat dengan sarung yang sepadan, yang sudah terlebih dahulu duduk sebelum saya datang. Orang itu tampak tenang duduk bersilah sambil menggerakkan bibirnya seraya bertakbir bersama-sama seluruh jamaah.

Beliau adalah bapak Kapolda Bali. Beliau, yang pernah saya ceritakan di sini, tak pindah sedikitpun dari tempat, sampai memberikan sambutan sebelum sholat dimulai, walaupun sedang dalam keadaan hujan. Tentu saja basah, terlihat bagian atas jas cokelat itu yang sudah terbasahi oleh air hujan. Sepertinya semua orang yang hadir di situ juga menghiraukan rintik hujan yang tak henti-hentinya turun. Kami semua tetap mengumandangkan takbir hingga menggema di areal sekitar Mapolda Bali.

Rasulullah n pun pernah bersabda:
إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلاَ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ
“Sesungguhnya Allah tidak melihat pada fisik maupun bentuk kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati kalian.” (HR. Muslim no. 1987)

Ketika jamaah hendak berdiri, hujan mulai berhenti, cahaya mentari makin terik, subhanallah..betapa indahnya pagi itu. Terasa keharmonisan alam yang luar biasa, ditambah kicauan burung dan rengekan si sapi yang akan dieksekusi 😆

Pagi yang menyenangkan sekali, menjadikan semangat untuk menjalani aktivitas setelah melaksanakan rangkaian sholat Iedul Adha. Bagi saya, hari itu terasa diselimuti keberkahan yang diturunkan oleh Allah kepada hambanya. Rintik hujan yang merupakan berkah dari sang Maha Pencipta, Allah Jalla wa ‘ala.

***

31 responses to “Rintik Hujan Keberkahan

  1. sama nieh kemarin bintan juga suasana rintik hujan pas idul adha..tapi tetap jalan ibadah sholat dan qurbannya…:)
    Happy eid mubarok selamat idul Adha semoga semangat dan hikmah hari raya qurban selalu ada dihati kita ..dan semoga allah memberikan kita kesehatan dan umur panjang sehingga bisa bertemu dengan hari raya idul qurban tahun depan *amien..insyallah..

  2. Ping-balik: PR Zaman SD « YSalma·

  3. Aamiin, semoga termasuk hamba yang karena-Nya.
    di tempat saya mendung tanpa hujan, tetapi sejuk
    # yang paling semarak, karena gema takbir serentak pada hari yang sama :).

  4. saya agak heran dengan masyarakat kita, padahal shalat jum’at tu wajib sedangkan shalat idul adha atau utamanya idul fitri adalah sunah, tapi kenapa orang lebih suka dan bangga shalat idul fitri dari pada shalat jum’at

    • @kepet:

      eitss…wait…
      *ehmm…ehm..

      FATWA No 9555 Al-Lajnah Daimah Kerajaan Arab Saudi

      Sholat ‘iedul Fithri dan Adhah adalah Fardlu kifayah, sebagain ahli ilmi berpendapat bahwa hukum sholat ‘iedul fithri dan Adhah adalah Fardlu ‘Ain seperti sholat Jum’at; maka tidaklah semestinya bagi seorang muslim untuk meninggalkannya.

      Wabillahi Taufiq, sholawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarganya serta para sahabatnya.

      Al-Lajnah Daimah Lilbuhuts Al-‘Ilmiyyah Wal Ifta’

      Anggota: Abdullah bin Gudyan

      Wakil Ketua: Abdur Rozaq ‘Afifi

      Ketua: Abdul Aziz bin Baaz

      Ini versi bahasa Arabnya:

      السؤال الثالث من الفتوى رقم (9555)

      س3: صلاة العيدين الفطر والأضحى هل هي واجبة أم سنة، وما هي الذنوب على الذي يتركها؟

      ج3: صلاة العيدين: الفطر والأضحى، كل منهما فرض كفاية، وقال بعض أهل العلم: أنهما فرض عين كالجمعة؛ فلا ينبغي للمؤمن تركها.

      وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم .

      اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

      عضو، نائب رئيس اللجنة، الرئيس

      عبدالله بن غديان، عبدالرزاق عفيفي، عبدالعزيز بن عبدالله بن باز

      so, sholat id itu fardhu : wajib lho… 😉

  5. Idul Adha di Bali gerimis ya Sob ?
    Kalau di tempat aku cuma mendung, tapi suasan malam takbiran dingin hawanya.
    Apalagi pas acara penyembelihan hewan qurban, cuacanya terang banget.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  6. aku pernah sholat ied dalam keadaan hujan, jadi pakai masjid bukan lapangan

    hikmahnya, masjid jadi penuh, shaf rapat dan lurus karena semua jamaah berebut masuk masjid (setiap ruang kosong terisi) 😀

  7. Pertama kali sholat di tempat keluarga baruku. Katanya jam 6 baru mulai, tetapi jam 5.45 dah dimulai. Jadinya ya ketinggalan, padahal dah lari-larian…. Sayang banget!!!

  8. kalau ditempat saya tidak hujan mas, matahari sangat cerah..

    dan berhubung saya lebaran dikampung, maka cuaca dingin menciptakan kesejukan di panas yang terik..

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s