Dear Pahlawanku – Pahlawan Pribadi

Bismillah,

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarokatuhu

Dengan kerendahan hati dan kesadaran diri, hamba memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dan juga memohonkan ampunan untuk engkau wahai pahlawanku. Pahlawan yang selalu menjadi penerang dan teman hidup ananda hingga sekarang. Pelita harapan yang selalu engkau pupukkan kepada ananda sedari kecil insya Allah sudah terpatri dalam hati. Namun ada satu asa yang belum terlaksana, yakni berbakti kepada engkau berdua dengan penuh sesungguh-sungguhnya.

Dear Ibu dan Bapak..pahlawanku

Penyesalan memang datang belakangan, yang belakangan ini pula baru ananda sadari, betapa tak pantasnya ananda mengucapkan kata-kata yang tak layak. Ananda sungguh menyesal, tak menuruti kata-katamu. Sebenarnya ananda malu untuk menulis surat ini kepada engkau, wahai pahlawan sejati ku, Ibu dan Bapak yang tercinta.

Dalam tangis ku, ananda selalu memohon kepada sang pencipta yang maha pengampun lagi pemurah, agar engkau meridhai jalan yang hamba inginkan, merantau ke pulau seberang. Tapi ananda ingat akan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Keridhaan Rabb (Allah) ada pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Rabb (Allah) ada pada kemurkaan orang tua” (Riwayat Tirmidzi dalam Jami’nya (1/ 346), Hadits ini Shohih, lihat Silsilah Al Hadits Ash Shahiihah No. 516). Maka tak sepantasnya hamba memohon ampun kepada Allah sebelum meminta maaf kepada engkau.

Dear Pahlawanku..

Pada hari yang katanya adalah hari pahlawan ini, izinkan hamba untuk mengucap terima kasih kepada kalian berdua, Ibu dan Bapak. Kalian tiada duanya, telah membimbing anak-anakmu termasuk ananda di jalan kebenaran. Tanpa lelah engkau mengajari Aku dan adik-adikku dengan telaten dan ulet. Tak ada orang yang mampu mendidik sedemikian sabarnya layaknya dirimu. Bahkan guru pun tak sanggup melakukan yang demikian. Pendidikan yang utama adalah lewat bimbinganmu, sebab kami, anak-anakmu, lebih banyak berinteraksi dengan orang tua.

Ibu dan Bapak, adalah pahlawan pribadiku. Dan saya kira semua orang akan beranggapan demikian terhadap para orang tuanya. Memang benar, kasih sayang orang tua itu sepanjang jalan yang tiada ujungnya, tak seperti kebanyakan kasih sayang anak yang hanya sepanjang galah. Ananda sungguh malu karena bakti ku kepada kalian belum seberapa besar, tapi juga bangga terhadap ibu dan bapak yang tanpa pamrih menyayangi kami.

Engkau tak pernah mengeluh saat anakmu merengek tiap malam

Engkau tak pernah memaki saat engkau harus bekerja 24 jam non stop demi anakmu

Pahlawanku, engkau tak pernah menangis dikala kebutuhan anak-anakmu telah habis

Pahlawan pribadiku tak pernah pantang menyerah, kala barang daganganmu tak laku padahal anakmu menangis kelaparan

Engkau pantas disebut PAHLAWAN untuk anak-anakmu.. PAHLAWAN PRIBADI ku

“Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Dear Pahlawanku yang diselenggarakan oleh LozzIyha dan Puteri” 

Dear Pahlawanku

Sponsored by :

Blogcamp|LittleOstore|Tuptoday|Lozzcorner|Rumahtramoiey

20 responses to “Dear Pahlawanku – Pahlawan Pribadi

  1. “Bila kesempatan itu masih ada pergunakanlah dalam kehidupan ini untuk selalui membahagiakan mereka” pesan Ustad Solmed kepada kita semua. He….x999

    Semoga berhasil dalam kontestnya ya Mas, dan turut mengamini setiap goresan tinta yang tertuang dalam surat.

    Sukses selalu.
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  2. Suratnya dah ditunjukin ke bapak ibu belum?
    Barokallooh..

    Semoga berhasil juga kontesnya, semoga ALLAH menjaga orang tua kita, Aamiin..

  3. jadi orang tuanya adalah pahlawan yah mbak..jempol 4..

    Mank yang namanya orang tua tidak pernah bisa kita nilai dengan nominal, mau ditulis dengan kalimat, malah kadang merasa tak terwakili, yang jelasnya segala kebaikan itu semoga kita sebagai anak dapat membalasnya sebelum orang tua atau kita sendiri dipanggil oleh Yang Maha Kuasa..amin..

  4. orangtua kita masing2 adalah pahlawan bagi kita… semoga kita semua bisa menjadi anak yg berbakti kepada kedua orangtua..

    semoga orangtua sehat selalu, Ari.. dan semoga sukses kontesnya ya…

  5. orangtua yang mendidik kita hingga menjadi seperti sekarang, keringat dan perjuangannya u kita. semoga sukses menjadi anak sholeh dan bermanfaat bagi ortu kita. amiin. makasih ya udah ikutan dear pahlawanku.

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s