Teman Seperjalanan

Teman yang saya maksud adalah sebuah benda, bukan seseorang πŸ˜€ . Yuppzz…sebuah kendaraan bermotor yang menjadi teman seperjalananku menuju kampong halaman. Motor inilah yang ku pakai saat melakukan perjalanan terjauh yang baru saya alami saat mudik kemarin. Sepeda motor dengan nomor polisi DK 7798 CQ itu kini sudah tiada lagi. Teman seperjalan kini telah tiada, tak lama setelah beberapa bulan saya kembali ke Denpasar.


Saya akui dialah satu-satunya motor yang mampu membuat saya bisa bertahan untuk melakukan perjalanan jauh. Bersamanya adalah moment-moment penting dan berharga, tidak hanya saat perjalanan Denpasar-Pekalongan, Pekalongan-Denpasar, tapi juga setia mengantarku selalu ke masjid setiap hari.

Ah, mungkin ungkapan saya terlalu berlebihan kepada sebuah sepeda motor, tapi itu kenyataan. Dengan dia lah aku bisa bersilaturahmi dengan sanak saudara di tempat jauh. Dan tentunya atas izin Allah. Saya sangat rindu dengannya…

Kawan, taukah kalian? Bahwa kuda besi kesayangan saya itu kini telah pergi, mengabdi pada pemilik barunya. Meski kini sudah ada penggantinya, saya tetap tidak bisa melupakan kenangan indah bersamanya saat menempuh perjalanan terjauh, terlama, tersusah, ter-capek, dan termanis yang sudah ku lakukan menjelang idul fitri dan sekembalinya dari sana.

Note:

Foto diambil pada tanggal 27 Agustus 2011, saat perjalanan mudik. Dan itu saya ambil pada sebuah warung makan di Banyuwangi pada jam 7.16 Wib

***

Salam manis, untukmu si Pink πŸ˜€

Artikel ini diikutsertakan dalam acara GIVEAWAY “11 tahun Bersamamu” oleh Tarry KittyHolic
Iklan

30 responses to “Teman Seperjalanan

  1. wahhh udah dijual trus beli yg baru yachh…tp klo motor mending lebih baik begitu yachh…soale klo dah lama suka rewel…..klo di itung2 biaya servisnya lebih mahal dr biaya cicilan motor baru heheh….sukses utk kontesnya

  2. Hehe… diriku sih lebih sentimentil setiap memiliki barang. Si Beib aja udah 9 tahun, belum kuganti2. Sayang euy… πŸ˜€
    Gudlak ngontesnya ya πŸ™‚

  3. Kisah kuda besi yang mengharukan… (*sedihbacanya, lebay)
    Eh, nama kuda besinya Pinky, ya? Kalau motor saya saya namai ‘Zero’…
    Sudah berapa lama sama si Pinky, Mas?

  4. wah penuh kenangan ya mas. kalau saya takut naek motor
    Pernah dulu nyoba motorku malah nyosor motor lain dan nyosor ke sungai 😦
    sekarang motornya ada di garasi, sekarang malah bapakku yang sering pakai 😦

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s