Demo 2012

Bismillah,

Hmmm… hari ini adalah hari pertama pada tahun 2012 (Eh, ini rasanya pertama sebab kemarin hanya males-malesan di atas kasur), ijinkan saya melakukan demo:mrgreen:

Demo yang saya lakukan adalah demo yang bersahabat, tidak ada tindak kekerasan, apalagi sampai ada penganiayaan, hehe.. Ini adalah demo saya pertama kali di awal tahun 2012, makanya saya beri nama demo 2012:mrgreen: Sebetulnya bukan pada tahun 2012 saya lakukan, hanya saja saya baru sempat menulisnya pada postingan perdana tahun ini.

Demo “memasak” lebih tepatnya😆

Selain belanja, saya juga suka memasak lho. Tapi ya jangan dikira masakan saya rasanya seperti yang dimasak oleh para ibu, saya kan cuma suka masak, bukan berarti saya pandai masak dan hasilnya bisa memuaskan, hahaha..

Berbeda dengan kemarin, saya berhasil membuat menu perdana saya, dengan hasil yang memuaskan. Mungkin setara dengan nilai 7, jika diambil penilaian dari 1 sampai 10. “Tujuh” itu sudah memuaskan bagi seorang koki amatiran seperti pria jejaka satu ini, hihi.. Buktinya teman-teman saya bilang “enak” saat memakan hasil dari masakan saya. Entah itu hanya kata-kata untuk membesarkan hati saya saja atau itu benar-benar kata hati mereka. Hahh.. Entah lah.

Jangan penasaran ya, saya hanya bikin menu sederhana, yaitu bubur. Bubur yang saya buat adalah bubur tepung yang biasanya disandingkan dengan saus dari gula merah, bukan bubur ayam. Bahannya sederhana, tapi membutuhkan keuletan dan ketlatenan😀. Awalnya saya membuatnya untuk teman saya yang sakit maag, hanya untuk seporsi. Dikarenakan tepung yang saya beli di minimarket tidak ada yang kemasan kecil, akhirnya sisa tepungnya ku buat untuk semua teman-teman.

Beginilah cara memasak ala pria jejaka, Ari Tunsa:mrgreen:

Bahan-bahan:

  • Tepung beras (Saya beli merk Rosebrand dengan kemasan 500 gr)
  • Gula merah / Gula Jawa
  • Santan instan 200 ml dan 60 ml (Saya memakai Sun Kara agar lebih efektif dan tidak ribet)
  • Garam secukupnya

Peralatan:

  • Panci sedang
  • Panci kecil (untuk membuat adonan)
  • Sendok kecil
  • Sendok besar
  • Gelas digunakan untuk takaran

Cara membuat:

  1. Didihkan air di panci besar sebanyak 1200 ml, untuk lebih memudahkan saya ukur dengan dua kali botol air mineral ukuran sedang yang biasanya isi 600 ml
  2. Sambil mendidihkan air, kita buat adonannya. Ambil dua gelas belimbing tepung beras, lalu cairkan dengan air secukupnya, sampai berbentuk seperti adonan untuk menggoreng tempa dan sejenisnya, tidak terlalu kental dan tidak terlalu encer. Untuk 2 gelas tepung membutuhkan air sekitar 3/4 gelas belimbing
  3. Adonan bisa ditambahkan garam dan santan agar gurih, saya memasukkan santan 60 ml saja
  4. Jika air telah mendidih, masukkan adonan tadi ke dalamnya sedikit demi sedikit sambil diaduk. Ingat, sambil diaduk ya? agar hasilnya bubur tidak menggumpal.
  5. Jangan khawatir keenceran, memang pertamanya encer.
  6. Aduk sampai selesai. Di sinilah proses yang membutuhkan keuletan dan ketlatenan. Lamanya sekitar 30 menitan. Untuk pertama kali mencampur adonan harus diaduk terus menerus, setelah itu harus ditunggui dan sesekali diaduk dengan ritme yang tidak terlalu lama, 30 detik.
  7. Untuk mengetahui apakah bubur yang kita buat sudah masak atau belum bisa dilihat dari pinggir panci. Bubur sudah masak jika antara dinding panci dan bubur tidak lengket.
  8. Jika bubur sudah seperti poin nomor 7, maka angkatlah dari kompor dan dinginkan.

Membuat Sausnya:

Saus dari bubur tepung biasanya menggunakan gula merah yang dilelehkan. Tapi saya membuat dua saus yang berbeda, gula merah dan santan. Perpaduan antara keduanya sungguh pas, manis dan gurih.

Cara membuatnya mudah, lelehkan gula merah dengan sedikit air, sampai selesai dan pindahkan ke tempat lain. Sedangkan untuk saus kedua, masukkan santan 200 ml ke panci dan rebus dengan garam secukupnya. Jika terlihat terlalu kental maka boleh ditambah sedikit air. menurut saya, lebih baik tanpa ditambah air, agar hasilnya kental.

Setelah semua selesai maka siap dihidangkan.

Penyajian:

Ambil bubur secukupnya ke dalam mangkuk, disarankan agar menghidangkan bubur dalam keadaan dingin, lebih enak dan mantap. Lalu beri saus di atasnya, kombinasi antara saus gula merah dan santan kental. Perpaduan yang sangat pas menurut saya. Nikmat untuk dimakan oleh segala usia dan tidak menyebabkan kantuk, hanya sedikit ketagihan, hihi..

Inilah skrinsut hasil bubur tepung ala chef amatiran:mrgreen:

Proses pembuatan bubur tepung

Pembuatan Saus Pertama

Saus kedua

Hasilnya..😀 (Lupa yang dipoto belum ada saus gulanya)

Dilarang protes! Ini hasil karya saya, tanpa ada campur tangan orang lain sedikitpun. Dan karya ini boleh disebarluaskan, meskipun untuk kepentingan komersil😆

Saya mendapat hikmah dari membuat penganan satu itu, ternyata makan hasil karya sendiri seketika setelah selesai masak rasanya kurang mantabs. Akan lebih enak jika makan setelah keringat kering dan bau dapur sudah hilang, percayalah. Saya masih punya menu makanan yang akan dibuat, tapi sayang gas 15.5 kg sudah habis😦

:: Selamat Mencoba ::

51 responses to “Demo 2012

  1. Kalau di tempat saya …
    ini namanya bubur sum-sum …
    dan biasanya dibuat setelah kita selesai menyelenggarakan suatu keriaan … hajatan atau “gawe” …
    gunanya untuk memulihkan tenaga kembali

    salam saya Ari

  2. wah…salut..salut…,kelihatannya enak tuh…,
    cara pembuatannya seperti bubur sumsum,hanya Anda lebih mengkreasikannya lebih menggiurkan,hehehehe
    ditunggu resep-resep selanjutnya…,^_^

  3. Hmm… *ngeces…
    Ijin nge-save ya…
    Aku sudah membayangkan, kalau adonan tepungnya dikasih bumbu sop. Trus saus gula-nya gak usah dipake. Sepertinya bakalan enak banget #penyuka rasa gurih😀

  4. he..he… Ari lebih pintar
    bunda dulu waktu pertama buat dulu mah langsung dicemplung aja tepungnya, ya nggumpal…

    teman pasti langsung sembuh dikasih bubur enak ya

  5. Ping-balik: Burjo, Merakyat Nan Nikmat « Tunsa·

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s