Merawat Kamar Mandi

Masih anget-angetnya nih pemberitaan mengenai toilet, tapi saya sudah tidak berminat untuk membahasnya lagi. Kita doakan supaya para wakil kita bisa menyampaikan segala uneg-uneg rakyatnya.

Saya sudah menulis sebanyak 3 kali tentang ‘kamar mandi’ di blog ini. Ruangan kedua favorit saya setelah kamar tidur ini merupakan satu ruangan yang unik, bagi saya tentunya. Saya adalah salah seorang yang pelupa, gampang sekali lupa lebih tepatnya. Misalnya begini nih, saya sering sekali lupa ketika hendak mengerjakan sesuatu yang sudah tersusun rapi dalam otak. Loading agak lama.. terlebih jika saya dalam keadaan sedang mengerjakan pekerjaan lain. Tapi tidak setiap saat, hanya kadang-kadang saja, jika sesuatu hal yang harus saya kerjakan bertumpuk-tumpuk.

Kembali ke kamar mandi. Alasan saya menyukai kamar mandi adalah karena saat santai berada dalam kamar kecil itu sesuatu hal yang sebelumnya saya lupa maka akan teringat kembali. Asal itu tadi syaratnya, harus santai ketika di dalam. Saat tidak dalam antrian :mrgreen: Oleh karena itu saya termasuk salah satu laki-laki yang lama mandinya #kata mereka ๐Ÿ˜€

Nah, karena sebab itulah saya selalu merawat salah satu tempat favoritku itu. Paling tidak suka dengan orang-orang yang tidak suka menjaga kebersihan dan kenyamanan dalam ruangan tak lebih seukuran kamar mandi itu. Diantara perlakuan yang menyebalkan terhadap kamar mandi yang tidak saya sukai adalah sebagai berikut:

Tidak mengisi bak mandi #1

Bak mandi adalah komponen utama yang ada dalam kamar mandi. Peranannya tentu sangat penting, bahkan yang paling penting diantara yang lain. Meskipun ada shower, bak mandi tetap dibutuhkan dan harus ada di dalam kamar mandi. Dan saya sering gubrek sebab satu hal ini. Beberapa teman saya sering lupa mengisi bak mandi. Apa susahnya sih tinggal buka keran saja kan? Maklum saja, enggak ada tower penampungan air juga di sini ๐Ÿ˜€

Kenapa saya mempermasalahkan dalam bab ini, karena tempat saya tinggal tidak ada sumurnya seperti di kampung, sehingga jika suatu saat listrik mati mendadak, stok air masih ada di bak mandi. Hal itu berkaitan juga dengan kebersihannya. Coba bayangkan jika tak ada air sementara listrik padam, tentu susah jika kita ingin buang air kecil kan?

Membuang sampah tidak pada tempatnya #2

Saya tekankan, bahwa membuang sampah pada tempatnya itu adalah suatu yang dianjurkan dan berlaku di tempat manapun, termasuk kamar mandi. Sampah-sampah yang saya maksud seperti sampah bekas bungkus shampo, atau bungkus sabun cair isi ulang atau dari jenis yang lain. Banyak orang yang tak memperhatikan hal ini, biasanya bungkus perlengkapan mandi yang sudah habis tidak segera dibuang dan ini salah satu yang tidak saya sukai. Membuat suasana ruangan menjadi tampak sumpek dan tidak nyaman.

Malas menyikat lantai dan dinding #3

Kamar mandi yang lama tidak disikat dinding-dinding atau lantainya sudah pasti akan licin karena lumut dan bisa berakibat fatal terhadap penggunanya. ย Maka sebuah keharusan, membersihkan kamar mandi dengan cara menyikat lantai dan dinding-dindingnya agar tidak membahayakan. Selain itu juga bisa menambah kenyamanan bukan?

Saya akan menyempatkan waktu untuk menyikat lantai setiap kali mandi. Yah, walaupun tidak setiap kali waktu mandi saya selalu bisa ‘sempat’ ๐Ÿ˜€ Menyikat ini beda dengan “membersihkan”ย lho ya.. ‘Membersihkan’ menurut persepsi saya adalah membutuhkan waktu tersendiri dan mencakup kebersihan semuanya, termasuk menguras bak mandi. Dan biasanya ‘membersihkan’ kamar mandi kami lakukan maksimal seminggu sekali.

Tidak mematikan lampu setelah mandi #4

Ini yang terakhir. Poin ini yang paling sering dilupakan oleh teman-temanku. Mematikan lampu kamar mandi setelah selesai mandi. Sebenarnya tidak khusus ruang kamar mandi sih. Namun, yang paling sering ya kamar mandi. Saya tidak suka mandi saat siang hari dengan menyalakan lampu, tidak ada manfaatnya bagiku, sudah terang kok masih menyalakan lampu. Hemat energi dikit dong ah..

Itu beberapa hal yang paling saya benci yang berhubungan dengan kamar mandi, semua itu saya lakukan demi kenyamanan bersama. Tidak ada unsur lain :mrgreen: Itu cara saya menjaga kebersihan Kamar Mandi, uang pojok favorit saya ๐Ÿ˜€

Iklan

68 responses to “Merawat Kamar Mandi

  1. hahahaha ….
    saya di sini bagian yg misuh2 tuh
    soal lampu kamar mandi yg lupa dimatiin
    soal sembarang buang sampah
    bak kosong
    xixixi …. sampai saya heran, kenapa susah sih buat orang lain untuk melakukan hal2 kecil itu ya????
    saya, karena sadar sebagai orang pemalas, berusaha melakukan segala sesuatunya sesuai aturan, agar tidak perlu mengulang. misalnya ya itu tadi, buang aja sampah pada tempatnya, kan ga perlu mungutin sampah, matiin lampu begitu keluar km.mandi, jadi kan ga perlu balik lagi sekedar matiin lampu … doooh … tau dah ah …. hahaha

    • hadooh… itu yang paling saya benci, meski siangnya gelap sebab mendung tapi kan tak segelap saat malam hari, ngapain juga nyalakan lampu. padahal kalo balik ke kamar mandu lagi hanya untuk mematikan lampu kan susah ya bu, apalagi ada di lantai atas

      • makanya saya udah kayak satpam aja mas ๐Ÿ˜€
        dari atas ngeliat ke km bawah, klo lampu nyala teriak2 nyuruh matiin
        sekalian liat lampu dapur, klo nyala teriak2 lagi ๐Ÿ˜€
        pokoknya tiada hari tanpa teriakan saya : “matiin lampuuuu, cabuk colokan air … matiin kran air …” hahaha lagu yang teramat tak merdu di telinga penghuni rumah sini yang anehnya tetap saja mereka tidak sadar untuk mengantisipasinya ๐Ÿ˜ฆ

  2. Kesadaran seperti itu memang harus dibangun ya, apalagi kalau pakai kamar mandinya rame-rame. Saya juga pernah negur adik ipar karena nggak pernah ngisi bak mandi dengan alasan yang sama seperti alasan Ari ^_^
    Btw abis keluar dari kamar mandi, lupa lagi nggak? ๐Ÿ˜€

  3. Ri, tulisan ini kayaknya saya banget deh…saya juga orang yang sangat cerewet dengan kebersihan kamar mandi…jelek sedikit nggak apa-apa, yang penting bersih dan wangi ๐Ÿ™‚

    Ada satu lagi yang saya nggak suka Ri, kalo gayung ada di dalem bak mandi…aduuuuh, kenapa kok nggak ditaruh di atas bak aja, dengan air yang terisi penuh…hehe

    • haha..kita sama ya bun. saya sangat benci gayung ditaruh di dalam, karena bak mandi saya besar, waktu kecil saya sering kesulitan kala mau mandi.. ๐Ÿ˜€
      tapi sekarang gak begitu perhatian sih..

  4. Kebersihan kamar mandi itu juga sama sekali nggak tergantung pada mewahnya kan Ri, beberapa kali saya lihat kamar mandi sederhana dengan kebersihan yang sangat terjaga…salut banget!

    • iya bener, meski tidak mewah yang penting bersih, justru tu yang hebat. kebanyakan orang pikir hanya mau membersihkan kamar mandi jika kamar mandinya bagus ๐Ÿ˜€

  5. Whuihihihi, Mas Ari masih inget posting-an jajak pendapat saya? Yang dulu itu, tentang mengisi bak mandi. Ternyata kita sama. :mrgreen:

  6. setuju dengan poin pertama!
    saya juga suka kesal kalau bak kamar mandi gak ada airnya! ๐Ÿ˜ก

  7. wehehe, jadi bahan koreksi ni buat yang ada di rumah..
    yaah, saya juga kadang suka kesal sendiri kalo berkunjung ke rumah teman tapi ada aja yang bkin saya ga betah, beberapa diantaranya ya masalah kamar mandi ini.
    hehe
    semoga bisa mendapat pencerahan dari postingan sobat kali ini. ๐Ÿ˜€ *plakk
    ditunggu kunjungan baliknya sobat, salam persahabatan
    happy blogging ๐Ÿ™‚

  8. Anak saya kalau mandi…
    1. Mberantakin semua peralatan, mulai tempat sabun, sikat, pasta gigi, botol shampo dll
    2. Sabunnya kerendem air bekas dia mandi
    3. lampu dibiarkan nyala
    4. Pakaian kotornya digantung didaun pintu

  9. Ari, aku sering melakukan yang #3 dan #4. Jarang menyikat dinding kamar mandi, dan jarang mematikan lampu setelah mandi. Lampu kamar mandiku nyala non stop 24 jam ๐Ÿ˜€

  10. Aku suka yang point mematikan lampu mas..
    dimana- mana sekarang sudah digalakkan hemat energi..
    dan sama aku juga paling cerewet kalau ada yang lupa mematikan lampu KM
    Bukannya pelit, tapi hemaaattt hehehe ^^

  11. bener banget ini mas, kita bisa melihat kebersihan si empu rumah melalui toiletnya. Dulu ibuku selalu bilang, jika kita melihat toilet, serta wastafelnya bersih, berati yang tinggal disana orangnya bersih. begitu juga sebaliknya.
    Aku alhamdulillah selalu rutin bersihin kamar mandi. karena punya anak kecil .. kadang2 suka main2 di wc

  12. Saya merasa ini adalah keluhan pemilik kamar mandi terhadap para pengguna kamar mandi yang tidak bertanggung jawab, oleh karena itu saya harus segera…. kabur…
    Hehehehe…

  13. nggak sedikit orang yg mengesampingkan kamar mandi ya, pernah beberapa kali bertamu rumahnya bagus , tapi kamar mandinya , ampun ๐Ÿ˜ฆ heran juga kalau rumah depan baik tapi justru kamar mandinya nggak karuan ๐Ÿ™‚

    jarang jarang ada yg posting spt ini, salut ๐Ÿ™‚

  14. wah… sama ar… aku juga cerewet untuk hal2 di atas karena beberapa kali kejadian mati listrik sedang torrent masih kosong bak mandipun blm diisi

  15. Assalaamu’alaikum wr.wrb, Ari…

    Mengkagumkan… bila mengetahui adanya lelaki yang suka merawat kamar mandi. Kalau saya punya anak yang sudah besar, pasti mau menjadikan Ari menantu. ๐Ÿ˜€ Sayangnya, anak masih kecil.

    Ternyata Ari selalu memperhatikan hal yang kecil tetapi amat bermakna dalam kehidupan. Rasulullah juga menganjurkan hal sedemikian. Kebersihan itu sebahagian dari iman.

    Salam mesra.

    • wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuhu
      wah, saya mau dijadiin mantu? hihihi
      tar deh, saya tunggu sampe gede aja ya bun ๐Ÿ˜€

  16. waaahhh sekalian dengan kamar mandi aku aja mas merawatnya.. hehehehe

    aku paling gak suka dengan toilet atau kamarmandi yang kotor, apalagi yang bau. Seharusnya itu kamar mandi wangi, karena banyak peralatan wangi seperti sabun, shampo dan odol kan yak ๐Ÿ˜€

  17. Oh begitu,,,.. itu seperti pengalamn pribadiku sendiri… saat ini saya tinggal di sebuah bangunan yang berada sibelah masjid jadi mesti harus selalu membersihkan Masjid dan kamar mandinya.. Bisa ditebak kok siapa yang raji dan ga.. ini terlihat saat orang-orang pasca memakai kamar mandi iti.. ada yang ga siram, ada yang masuk tanpa melepas alas kaki, ada yang ga matikan lampu lagi, ada juga yang rajin..

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s