Begadang

Hmm.. Ternyata sudah beberapa hari telah ku lewati tanpa satu tulisan di sini :mrgreen: Ketidakhadiran saya di blog bukan tanpa alasan, ada beberapa alasan dan mungkin menurut sahabat semua, alasan saya itu bukan “alasan” dan tidak bisa dijadikan alasan #Nah lho, bingung gak tuh? ๐Ÿ˜† Alasan tersebut adalah BEGADANG, hanya dua hari saja sih, tapi hal itu membuat saya menjadi malas posting.

Begadang dengan tema “lotekan” atau dalam bahasa lain “rujakan” bersama dengan teman-teman. Tentu saja saya ketua panitianya :D. Dan tak tanggung-tanggung 1 panci penuh buah ludes dalam waktu singkat :mrgreen: itu nggragas apa kelaperan ya?

Awalnya saya memang tak sengaja membuat rujak buah tersebut, hanya saja malam itu saya “ngidam” tiba-tiba pengen jahe. Waktu itu kayaknya enak bikin wedang jahe setelah seharian hujan. Akhirnya saya memberanikan diri ke pasar dengan satu sahabat saya. Sungguh, malam itu menjadi malam pertama belanja di pasar induk tradisional. Padahal paling saya tidak sukai, belanja di pasar tanpa ditemani seorang istri ๐Ÿ˜† #jiaahhh, istri aja kagak gablek.

Eits.. tapi bener lho, belanja di pasar itu sesuatu yang tidak saya sukai. Mending ke mall atau minimarket aja, hihi. Nah, kepikiran bikin rujak tatkala kami berada di pasar. Ternyata macam-macam buahnya menggiurkan, setelah bertanya pada si tukang buah ternyata harganya relatif murah, tak seberapa jika dibandingkan dengan supermarket, ck ck ck ..

Jadilah aku memutuskan membelinya, mmm… ada 5 macam saja, dan saya membelinya tidak terlalu banyak, itu saja habis dalam waktu 2 malam, hahaha.. tak lupa saya juga mencari daun pandan, ehh.. bukan untuk campuran rujak, tapi sebagai bahan untuk membuat bubur kacang ijo keesokan harinya :mrgreen: Berhubung tidak boleh beli sedikit, maka saya hanya minta 2 lembar saja, hihi.. untung itu ibu-ibu baik hati.

Tidak lebih dari 30 menit saja saya di pasar, karena semua keperluan telah dibeli. Waktu itu juga saya rasa sudah larut, sekitar jam 11 malam kami ke pasar. Kami putuskan untuk pulang dan langsung membuatnya.

Malam pertama, saya hanya membuat satu piring saja, malam keduanya baru saya buat 1 panci. Habis dalam waktu tak lebih dari 10 menit, hahaha.. ngulek sambelnya aja lama, eehh.. pas jadi cepet amat abisnya, hihi… capek yang buat, tapi juga senang. Dan salah satu kegiatan yang melelahkan bagi saya adalah nguleg-menguleg, tangan ini sampai gemeteran.

Dan habis dalam sekejap, sampe sambal-sambalnya bersih tak tersisa ๐Ÿ˜†

Sudah ah, cukup sekian. Takut ada yang nodong minta dibuatin :mrgreen: #pede amat

:: Nantikan penuturan saya selanjutnya tentang bubur kacang ijo ala chef amatiran ::

Iklan

40 responses to “Begadang

  1. rujak! tapi, masa’ begadang hanya untuk makan rujak doang? ๐Ÿ˜
    tapi, gak sabar mau baca tentang bubur kacang hijaunya! ๐Ÿ˜†

  2. Hahaha … ari ini bisa saja …
    Yang jelas … saya ingat kata Bang Rhoma …
    Begadang boleh sajaaaaaaa … asal ada perlunya …

    hehehe

    salam saya Ari ..

  3. Ngrujak memang paling mantap. Tapi kok dicampur kajang ijo sih, Ari?

    Ooh, buat bikin bubur to. Inget kalau udah mateng buburnya kirim ke Jembrana yo… ๐Ÿ˜€

  4. Assalamu’alaikum dek ๐Ÿ˜€
    Maaf lama tak berkunjung. habis pindahan rumah jadi sebulanan ga ngeblog.

    ngerujak? ngidam kah? hehe
    lama banget rasanya ga makan rujak. klo saya ke bali, bikinin ya :p

  5. Kalau ngerujak malam memangnya enak Kang ? kalau enak inget-inget teman ya ! he…x9

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s