Burjo Buatanku Numero Uno

Kali ini saya tidak akan membuat postingan tentang cara membuat burjo (bubur kacang ijo). Hanya mau membagi pengalaman saya membuat burjo untuk pertama kalinya. Bubur kacang ijo, terlihat sekali dari hasil jadinya kalau makanan satu ini mudah untuk membuatnya. Pertama kali saya pikir hanya merebus kacang ijo saja, lalu ditambahkan gula merah lalu memakai santan dalam penyajiannya.

Ternyata memasak itu selain mengetahui bahan-bahannya juga harus mengetahui karakter setiap masakan yang akan kita buat. Misalnya saja, berapa lama kita harus merebus, bagaimana cara mengetahui masakan kita sudah matang dan tidak terlalu matang. Atau mungkin komposisi antara air dan bahan campur lain. Semua itu butuh keahlian khusus, dan saya belum punya keahlian itu. Sebab seseorang akan bisa mengetahui hal-hal kecil yang berkaitan dengan cara masak memasak tidak hanya dalam sekali masak. Harus berkali-kali membuat menu yang sama.

Awal tahun lalu, saat pertama kali memposting tulisan diblog, saya sempat mendemonstrasikan membuat bubur sum-sum (kata sebagian besar narablog) kan? Nah, itu bubur sum-sum yang saya buat untuk kedua kalinya. Dan alhamdulillah, kesalahan pertama kali saat membuat bubur sum-sum itu tidak terjadi lagi. Hingga saya bisa menyimpulkan bahan dan cara membuatnya sendiri. Berbeda dalam pembuatan bubur kacang ijo, saya baru pertama kali mencoba, makanya saya tidak akan menuliskan caranya, nanti jika ada narablog yang meniru dan salah, saya bisa digebukin banyak orang:mrgreen:

Baiklah, begini ceritanya..

Mohon maaf sebelumnya, saya lupa mengabadikan dengan camera si putih😀

Setelah saya membeli kacang hijau di minimarket, saya berpikir bahwa kalau ini dibuat bubur apa tidak terlalu sedikit? waktu itu hanya ada kemasan yang 500 gram. Sebab saya tidak membuatnya untuk diri sendiri, tapi dimakan rame-rame. Ternyata perasaanku salah, itu kacang ijo sebanyak itu bisa mengembang hingga se-panci penuh.

Kesalahan saya yang paling fatal adalah memasukkan santan dan gula (saya memakai gula pasir dan gula merah) sesaat setelah kacang ijo ku masukkan ke dalam panci. Seharusnya saya tunggu kacang hijau hingga melunak dulu, baru memasukkan santan dan yang lain. Cara saya yang salah itu bisa menyebabkan air rebusan kacang ijo meluber saat panci ditutup. Padahal agar kacang hijau cepat lunak salah satu caranya dengan menutup panci.

Kesalahan saya selanjutnya, saya tidak mengantisipasi berapa banyak air yang dibutuhkan untuk merebus kacang ijo sebanyak itu. Seperti yang sebelumnya saya katakan, kacang ijo setengah kilo itu banyak, bukan sedikit. Sedangkan kapasitas panci seharusnya untuk seperempat kilogram saja. Nah, akibatnya… kacang ijo tidak bisa masak, sebab air akan menyurut lebih cepat dan berakibat lengket pada panci. Jika sudah lengket, sudah bisa dipastikan akan gosong. Cara mengatasinya harus dengan menambahkan air ketika sudah surut. Dan lakukan sampai kacang ijo lunak.

Saya jadi pengen membuat kacang ijo lagi, dan memperbaiki kesalahan yang terjadi.

Dari kesalahan-kesalahan di atas, alhamdulillah cara saya bisa mengatasi hal itu dengan benar. Walhasil, dengan susah payahnya aku membuat kacang ijo untuk pertama kalinya ternyata hasilnya memuaskan. Numero Uno. Rasa dan komposisi gula, pas. Itu menurut teman-temanku, saya sendiri belum begitu sreg, dan akan saya ulang lain kali.

Ini hasil yang dapat saya potret, meski tinggal sedikit, anda pasti bisa membayangkan rasanya donk.. hehee..

Saya memakai sedikit gula merah, agar hasilnya tidak terlalu cokelat, karena saya tidak suka warna itu.

:: Sekian ::

:mrgreen:

34 responses to “Burjo Buatanku Numero Uno

  1. Asalkan jangan beralih profesi jadi penjual burjo aja, Rik😆

    Kapan-kapan kalo kopdar lagi, aku pesen burjo buatan Arie Tunsa, numero uno.

  2. Kalo mau diulang …
    kasih tau saya ya Ri …
    nanti hasilnya dikirim via fax atau email saja …
    atau pake miscall juga ndak apa-apa … hahahah

    BTW …
    pake ketan item keknya lebih enak nih Ri …

    salam saya Ri

  3. Biar cepet lunak, sebelumnya direndam aja dulu Ri, kalo aku malah suka semaleman direndamnya, jd hemat gas jg kan ga lama2 ngerebus he he *emak-emak pelit*. Dan kalo kata mamahku, santannya dimasukkan pas terakhir kalo kacangnya udh lunak dan terasa gulanya. Oh iya, selain daun pandan, aku jg suka masukkan jahe yg udah digeprak. Eh, ini tipsku doang sih hehe

    • iya, kedua jenis tambahan dari mbak sudah ku masukkan kok. maklum mbak, aku kan baru pertama kali😀
      sbenernya sih tadinya mau ku rendam, tapi sudah konsultasi ke tukang bubur katanya gak usah. tar malah gizinya berkurang, gak tau bener apa enggak..😀

  4. kayaknya akhir akhir ini suka bikin makanan ya🙂 ….. selalu pasang foto makanan yg sdh habis😀
    bener kata Orin, kacang ijonya bisa direndam dulu semalam, biar cepet empuk

    • hahaha… enggak kok, cuman kali ini aja, sama yang rujak ituh.. hihi..
      bagusnya emang yang udah abis, biar gak keliatan😉

      alasannya juga seperti jawaban untuk mbak orin..

  5. Ping-balik: Anda Sopan, Saya Segan « Tunsa·

  6. Ping-balik: Burjo, Merakyat Nan Nikmat « Tunsa·

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s