[Sharing] Air Bulanan

Air memang sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup suatu makhluk hidup. Hewan dan tumbuhan terlebih lagi seorang manusia memerlukan air. Seseorang bisa hidup lebih lama dengan makan, tapi tidak bisa bertahan hidup tanpa air.

Haduuh.. pembukaan yang cukup menguras energi otak, haha..

Baiklah.. begini saudara-saudara…

Seperti biasanya, bahwa tanggal 20 adalah tanggal yang amat sangat menyibukkan. Bukan sibuk dengan pekerjaan, tapi sibuk mengeluarkan uang, hahaha. Jelas, wong tanggal itu adalah tanggal terakhir pembayaran listrik, air, dan telpon. Kegiatan rutinitas tiap bulan yang harus kita kerjakan, dan sangat penting. Sebenarnya sih tidak wajib, tapi saya masih ingin mandi tiap hari, masih ingin telpon ke nomor lokal, dan yang jelas saya masih ingin ngeblog😆.

Sepidy, 3 rekening telpon, 2 rekening listrik dan 2 rekening air harus segera saya bayar pada tanggal tersebut jika masih ingin kegiatan sehari-harinya lancar. Saya tidak akan menceritakan semua rekening tagihan itu, bisa-bisa sahabat Tunsa membuat gerakan “Peduli Tunsahahaha..

Bulan ini, saya dikagetkan dengan satu rekening belanja rutinan yang nilainya cukup mengesankan, fantastis. Biasanya saya bayar tagihan air tak lebih dari 200 ribu perbulan, tapi bulan ini nilai yang tertulis Rp 9.204.000,-😯 tentu saja saya me-ngamuk, tak terima dengan tuduhan tersebut. Hey! Ini rekening tagihan, kawan… bukan rekeningnya anggota dewan. Saat itu pula saya bilang, “Saya enggak mau bayar!”

Sebenarnya, saya pernah mengalami kenaikan tagihan rekening air, tapi tidak segitu banyak. Waktu itu sekitar 1.5 jutaan. Itupun setelah saya laporkan, alasan mereka juga sama ‘ada kebocoran’ . Ya sudahlah, saya terima. Saya tak ingin ribet dengan urusan seperti itu. Lagi pula, mungkin saja petugasnya benar, teman-teman saya tidak menutup keran dengan rapat saat malam hari.

Etapi, beta kaget juga, saat bulan setelahnya tagihan air turun kembali menjadi 200 ribuan. Aneh kan? jika memang benar terjadi kebocoran, tentu saja tagihan bulan setelahnya akan lebih besar dong, paling tidak jumlahnya tak jauh berbeda. Masa iya, kebocoran itu bisa sembuh sendiri tanpa ada perbaikan😆

Nah, bulan ini nih yang menyebalkan, hal seperti itu terulang kembali. Saya sewot, dan langsung mengadukan ke paman, yang akhirnya ditindak lanjuti ke kantor PDAM langsung. Lalu beliau pulang dengan membawa kertas bukti pembayaran Rp 25.000. Waahh, hebat ya, mengadu saja dikenakan biaya. Katanya, besok mau dicek meteran airnya.

***

Keesokan harinya, petugas datang. Pagi itu petugas tampak ramah dengan senyumnya yang mengembang. Saya pun tentu menyambut dengan senyum yang tak kalah manisnya dengan bapak itu🙂. Awal yang baik buat bapak petugas, sebab jarang-jarang lho, wajah seseram saya ini bisa senyum manis #ditimpuksandal

“Saya dari PDAM pak, mau melakukan tes meteran air”

Tanyanya singkat langsung mendapat sambutan dari saya. Saya harus bersikap bijaksana dengan petugas itu, karena saya tau, bapak petugas lapangan itu tidak salah, beliau hanya menjalankan tugas yang menjadi bagiannya sendiri. Saya mempersilakan untuk segera memeriksa setelah motor yang ada disekitar tekape telah diamankan.

“Pak, ini meteran awalnya 700 ya, nanti akan saya ambil 100 liter. Jika meteran lebih cepat atau lebih lambat 10 persen daripada water meter tester, maka meteran ini saya ganti” kata bapak petugas

Saya hanya mengangguk saja, tak banyak bicara. Sengaja saya lakukan agar terlihat lebih bijaksana dan garang, siapa tahu aja bapak itu menyalahkan kami, sebagai pengguna air.

Masih dalam proses pemeriksaan, bapak itu lalu bilang, “Ini bisa diganti meteran tapi tidak ada pengembalian uang tagihan, pak. Kecuali jika memang selisih antara angka pada meteran dengan alat tester ini lebih dari 20 persen”

Saya terus berharap beneran rusak aja tuh meteran, biar ada penggantian pengembalian. Setelah selesai, kecemasan saya terjawab sudah. Selisih antara alat tester dengan meteran air hanya 11 % saja. Meteran tetap diganti tapi biaya tagihan tetap dibebankan kepada pelanggan. Saya mulai panas, tak terima dengan semua itu.

“Pak, gini ya.. saya itu tidak pernah ada tagihan sebesar ini. Mana mungkin saya memakai air sebanyak ini, iya kalo saya jualan nasi 24 jam, lha ini cuma buat mandi saja kok ya segitu banyak. Kalau memang ada kebocoran, air yang ada di tangki penampung pasti akan meluap, sedangkan ini tidak ada sama sekali. Memangnya airnya merembes ke tanah?. Gini ni pak, secara logika ini tak masuk akal. Masa katanya petugas CS meteran saya selisihnya 1200, jika penambahan 1 angka warna hitam itu setelah 100 liter pemakaian air, berarti saya sudah memakai air selama sebulan sebanyak 1.200.000 liter? Mana mungkin? Bisa-bisa banjir ni ruko.”

#Maaf, bagi yang tak mengerti bahasa air, pasti bingung. Hahaha

Sebelum bapak itu menjawab, saya jelaskan dulu kepada kawan blogger semua. Jadi, meteran air PDAM itu seperti kilometer jarak yang ada pada motor atau mobil.Yang depan warna hitam dan 3 angka dibelakangnya berwarna merah. Lihat gambar:

Nah, warna merah itu menunjukkan jumlah air yang keluar dari pipa PDAM dalam satuan liter. Sedangkan angka hitam itu yang dijadikan ukuran dalam hal pembayaran tagihan air. Jadi jumlah tagihan setiap bulan tergantung pada angka berwarna hitam [Ada rumus tersendiri dalam perhitungan meteran berwarna hitam hingga menjadi nominal uang, hanya mereka (PDAM) yang tau]

Angka warna hitam akan bertambah satu digit, jika angka merah mencapai 999 liter. Misal: 2995 999 ==> 2996 001 [sehingga, satu angka warna hitam yang bergaris bawah itu setara dengan 1000 liter air] ** Jika bulan desember angka meteran tertera 2943 dan pada bulan januari tertera 2995 maka pemakaian air bulan januari sebesar 52. Dengan kata lain, pemakaian air bulan januari sebanyak 52.000 Liter.

(Info ini saya dapat dari bapak petugas tersebut selama memeriksa meteran, insya Allah valid)

Pada kasus punya saya, kata petugasnya, angka hitam antara bulan desember-januari jumlahnya 1200, dengan kata lain saya menggunakan air sebanyak 1.200.000 liter (Satu Juta Dua Ratus Ribu Liter) ==> Untuk mandi orang sekampung selama sebulan kalee..

***

Sambil membolak-balikkan data yang ia bawa dari kantor, salah satunya ada data pengaduan saya, beliau menanggapi saya dengan tenang.

“Begini pak, petugas pencatat meter kami tiap bulan itu tidak tau apa yang terjadi dengan jumlah pemakaian air. Mereka hanya mencatat angka yang tertera pada meteran ini. Tapi, kalau pemakaian bapak sebesar itu, saya yakin itu tidak mungkin. Mustahil. Selama 8 tahun saya bekerja, saya belum pernah menemukan jumlah pemakaian air sebanyak itu kecuali pada perusahaan yang memang membutuhkan banyak air.”

“Iya, mana mungkin bocor hingga sebanyak itu, bisa-bisa banjir donk pak. Terus kalau tidak dapat pengembalian gimana?”

“Gini aja pak, bawa saja berita acara pengetesan meter air ini saat hendak membayar ke kantor. Bilang saja, ini tidak mungkin. Secara logika, ini mustahil, kecuali angka pada meteran air itu loncat sendiri”

Ternyata bapak itu baik ya, mau memperhatikan keluhan pelanggan seperti saya, terkadang petugas lapangan itu lebih baik daripada yang ada dikantor, karena beliau berhubungan langsung dengan pelanggan.

Sampai saat ini saran dari bapak Ketut Suada, begitu nama terang yang tertera di lembar berita acara, belum saya laksanakan. Saya masih shock dengan semua ini. Nanti saja, menunggu paman kembali dari jawa. Biar semuanya jelas.

Water Meter Tester

Lihat pada tulisan ‘volume’. Jika lebih banyak daripada yang tertera di meter air, maka terjadi kerusakan pada meter air tersebut. Pada kasus saya, meter air 89 dan water meter tester sudah 100.

Meter Air Baru

Hikmah:

  1. Jangan lupa mematikan keran, atau menutupnya rapat-rapat ketika malam hari, karena meteran akan terus berjalan meskipun kita tidur nyenyak yang mengakibatkan tagihan membengkak.
  2. Hendaknya kita ikut melihat proses pencatatan yang dilakukan oleh petugas pencatat meter air setiap bulannya. Bisa saja terjadi salah catat. Meskipun kemungkinannya kecil, tapi bisa saja terjadi
  3. Jika terjadi kejanggalan tagihan, segera melapor kepada pihak terkait, agar segera ditindak lanjuti.

***

Baca Juga:

59 responses to “[Sharing] Air Bulanan

  1. Memang bahasa aer sangat sulit dimengerti kang, aku saja selama hidup belum bisa bercakap – cakap dengan ikan. padahal hampir tiap hari saya bermain main dengan mereka. Orang PDAM memang hebat ya, bisa bicara bahasa aer.

  2. wah, kurang lebih sama seperti kejadian saya, dan beberapa teman saya, ya hampir seperti itu, saya juga bingung tuh, banyak sudah yang mengeluhkan tentang tagihan air yang tidak masuk akal, sampai sekarang saya juga belum selesai dengan semua dendanya, masih dua kali pembayaran lagi sih.

    Tapi bapak lapangan itu baik ya, mau menjelaskan dengan terinci, coba deh kalau orang yang di kantor PDAM nya, huft pengennya keras mulu nih otot, nice infonya sob, jadi dapet pengetahuan baru nih saya ^_^

  3. di situ bermasalah dengan tagihannya
    di sini air PDAM keruh kaya’ air sungai pasca Merapi meletus
    alhasil kami gak tega masak dengan air PDAM

    untung tagihannya gak ikutan naik gara-gara lumpur yang ngikut ngalir di keran kami😀

  4. Bahasa air aja susah, apalagi matematikanya air ya Ri?

    Tulisan ini bisa menjadi pelajaran dan referensi bagi yang punya masalah serupa. Mantap, Ari. Terima kasih telah berbagi.

  5. hahahha. . . .. ternyata tak hanya di DPR aja bisa korup, masalah air aja di korup…. gila bener. . . .. . . mungkin lebih keren lagi klo berurusan sama instansi gituan dibawa aja ke meja hijau. . .

  6. Kalo udah menyangkut air PAM, saya pernah di mertua saya gak mandi gara2 gak ada air. PAM nya gak punya stok air kali😀

    Nah kalo ke rumah Ortu saya air dari mata air mengalir tak ada habisnya, jernih dan sejuk. Mau numpang mandi gak di sini?😀

  7. waduh bisa buat beli laptop berapa biji tuh uang segitu…

    saya juga pernah mengalami tapi naik beberapa kali lipat saja, kami tetap membayar tapi meteran diganti, karena selisihnya masih di bawah 100rb kami bayar aja sih, kalo jutaan saya juga bisa pingsan🙂

  8. Gilaaaa…. gak mungkin banget lah pemakaian air sebegitu banyaknya mas.. Aaahh,, ditunggu cerita selanjutnya.. Habisnya kadang kesal juga sama petugas pencatat listrik dan PDAM. Seharusnya mereka memberi kita semacam lembaran yang ditinggal di rumah biar kita juga tahu sampai mana meterannya kan yak..

  9. Hahaha,,saya juga pernah mengalami Mas, meski gak sampai sebegitu besar, tapi cukup mengagetkan dan alasannya sama seprti yang Mas Ari tuliskan, tapi bulan berikutnya bayarnya dikit,,,

  10. haaaaa tagihan air sampe 9 jt??? ckckck… kok bisaaa yaa..

    aku baru aja komplain sama salah satu provider, gara2 tagihan BB 3x lipat dr biasa tanpa ada penjelasan yg jelas.. ternyata ada yg nasibnya lebih parah.. maaf ya Ari..🙂

    semoga kasusnya cepat clear… dimudahkan sama Allah… human error itu mungkin banget kan…

  11. waduh saya masih numpang di tetangga ni n baru aja dibenerin pompanya😀 biasanya saya cuma bayar 20000 patungan sama 3 tetangga kontrakan lain xixi.. tapi dulu sempet ngerasain ngurusin tagihan PDAM yang bengkak juga pas kerja di warnet dulu hehehe

  12. Sbg karyawan PDAM saya prihatin Mas Ari dg kejadian ini. Menyimak penjelasan Mas Ari, kerusakan bukan ada pada jaringan pipa didalam rumah. Tapi pada water meter.
    Terbukti dg test yg dilakukan, per 100 liter ada selisih 11 liter. Bisa saja lonjakan pd water meter lebih dari itu, krn pengaruh tekanan air didalam pipa yang fluktuatif.
    Kalau ditempat kami,jika peningkatan pemakaian disebabkan krn water meter rusak, maka pembayaran rekening air yg salah akan dipertimbangkan. Artinya pembayaran diperhitungkan seperti pemakaian yg biasa di bayar pada bulan bulan sebelumnya.
    Water meter juga harus diganti, sebaiknya Mas Ari minta test utk water meter yg baru sebelum dipasang.
    3 point yg Mas Ari tulis diatas sudah tepat. Kalau pihak PDAM tdk menyediakan kartu pemakaian yg dipasang didinding rumah ,kami menyebutnya Kartu Meter Langganan /KML (sbg kontrol utk pemilik rumah) Mas Ari bisa sediakan sendiri,tempel didinding yg bs dijangkau petugas (utk jaga2 saja) minta kpd petugas agar menuliskn besar pemakaian air setiap melakukan pencatatan.
    Semoga masalahnya bs diselesaikan dg baik. Jangan dibayar dulu tagihan 9 jt itu, krn tugas PDAM salah satunya adalah menjamin keakuratan water meter.

  13. beruntung sekarang pakai air tanah, tinggal siap2 byr listrik untuk pompanya saja.

    tapi dulu pernah ngontrak rumah, dan pakai air pam, eh pas hari-hari terakhir tinggal di sana, masak itu datang tagihan pam 2jt??? padahal itu rumah yg tinggal cuma saya seorang lho. parahnya lagi yang punya rumah yg tinggal bersebelahan dengan saya, bukannya ngejer itu orang pam, eh malah ngamukin saya suruh mbayar. jelas saya ndak mau dong. emang saya bodo, tapi ya ga bodo2 amat kan yah hehehe
    itu saya sampai diancam segala sama anak yang punya rumah, klo ga mbayar mau dibawain preman ke tempat tinggal yang baru … bla bla bla … saya mah udah pasrah aja deh. klo sampai mati gara2 ulah pam mau apalagi, udah nasib, tapi yang jelas karena memang ga merasa pakai, tentu dong saya ga mau mbayar. Lagian duite mbahe po mbayar semahal itu. ogah deh hehehe

    jadi curcol kan saya… napa ga posting aja coba hehehehe

  14. Trima ksih informasinya Ri, sempet agak-agak nggak ngerti juga dengan hitung-hitungan air itu…tapi yo wis lah, pokoknya kita harus tetep teliti buat mematikan air, apalagi di malam hari. Petugas yang baik dan mau memberi solusi, pasti petugas ideal yang diinginkan masyarakat…apalagi kalo ada kebocoran yang mengangetkan kayak gitu…huhu, buat air aja sampe 9 juta?😦

    • Idem. Pertama kali baca postingan ini juga bingung sama hitung-hitungannya, musti dibaca ulang, lagi dan lagi :p di rumah sih pakai mesin pompa, jadi baru tahu pemakaian air pam begini toh masalahnya.
      Mudah-mudahan ada solusi yang terbaik yah. Daaan.. tidak harus bayar 9 juta itu pastinya!
      Semoga bapak petugas seperti itu juga makin banyak di beredar di kantor-kantor pemerintah dan dimana-mana lainnya. Salut sangat!

  15. Saya jg baru alami masak tag pam saya 2, 950jt gila x masak pakai air dlm sebulan 303m3

    Bingung mau urusnya gimana

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s