Blangkon

Tahukah anda apa itu blangkon?:mrgreen:

Blangkon adalah salah satu perlengkapan pakaian adat jawa. Bagi orang jawa, pasti hampir semuanya tahu dan meski tidak banyak yang punya, blangkon ini merupakan salah satu benda yang unik menurut saya. Kenapa unik? Sebab pesona blangkon itu terlalu manis untuk dilupakan #halahhh.

Bicara keunikan, tidak semua orang setuju dengan pendapat saya. Saya pun berpikir demikian, sebelumnya. Blangkon itu benda yang terdengar  biasa di Jawa tapi mengapa saya bilang unik? Jangan kira saya sebagai penulis artikel ini termasuk orang yang sering memakainya lho..😆 Justru disitulah uniknya. Blangkon adalah benda biasa tapi anti biasa. Saya bahkan nyaris tidak pernah memakainya jika teman saya tak menunjukkan benda yang baru dibelinya itu. Bukan hari ini, tapi tempo dulu, jaman saya masih muda dan imyutt #hahaha.. timpuk sandal.

Meski blangkon itu ada bermacam-macam jenis, tapi intinya tetap sama, blangkon digunakan sebagai penutup kepala pria yang dikenakan dengan pakaian adat Jawa dan bercorak batik. Bahkan merupakan pakaian wajib daerah keraton. Blangkon yang terkenal ada dari beberapa daerah seperti Yogyakarta, Kedu, Surakarta (Solo), dan Banyumas.

Falsafah

Bentuk blangkon itu bermacam-macam, ada yang mbendol di bagian belakangnya, ada juga yang trepes. Yang jelas, blangkon mbendhol (entah apa namanya) itu lebih populer dan sering kita lihat daripada yang trepes. Konon, blangkon mbendhol itu ada falsafahnya lho, orang jawa harus santun dalam berbicara kepada orang lain meskipun dia sedang marah. Seperti blangkon, depannya rata (sopan) meski belakangnya mbendhol (menggerutu/ kesal/ marah/ benci)

Ternyata, blangkon itu tidak hanya disukai orang-orang jawa lho, orang-orang luar pulau jawa pun sangat suka. Saya ingat, 3 tahun yang lalu, temanku dari Balikpapan dan Makassar memesan blangkon kepada salah satu temanku yang akan pulang kampung ke Cilacap – Jawa Tengah. Setelah ku tanya ‘untuk apa blangkon tersebut’  jawabnya hanya singkat. Blangkon itu bagus, mau saya pakai di kampung, begitu katanya😆

Eeehh, beneran. Akhirnya beberapa bulan kemudian dia mendapatkan blangkon beserta baju jawa dan memakainya langsung saat itu. Hasilnya, tentu saja keren. Mereka jejingkrakan dan langsung minta saya mengabadikan gambarnya di handphone, wkwkwk… Mereka terinspirasi oleh dalang dalam Opera Van Java yang diperankan Parto.

Saya malu, sebagai orang jawa, saya tak pernah sedikitpun terbesit untuk membeli blangkon dan pakaian adat jawa. Bagaimana dengan sahabat blogger?:mrgreen:

58 responses to “Blangkon

  1. Blangkon yang ada mondolnya itu blangkon Jogja.. kalo mondolnya trepes itu blangkon model Solo (Surakarta)😀

    saya paling suka lihat pria Jawa pakai blangkon dan surjan lurik.. rasanya gimmanaaa gitu😳

  2. Saya punya surjan Ri …
    Surjan yang lurik-lurik ituuuu …

    Kalau Blangkon … sepertinya saya punya …. tapi itu sudah lamaaaaaa sekali belinya … sekarang entah dimana blangkon itu … (jadi malu juga saya)

    beberapa kali saya memang sempat pakai blangkon
    Terutama waktu jadi panitia kawinan … atau … waktu saya kawin tentunya …. hehehe

    Salam saya Ari …

    • hihihi… daripada saya blum pernah pake dalam acara resmi, om. rasanya gimanaaa gitu..😀
      kalo bajunya sih gpp. tapi kayaknya kurang pas kalo gak pake blangkon
      salam

  3. Saya membayangkan gmna ya akalau Mas Ari pakai Blangkon hehe, kalau madura bukan blangkon namanya Mas, tapi “odeng” kayak yang dipakai Pak Dhe itu lo hehehe

  4. Aku pernah pake blangkon Ri. Waktu itu ditugaskan memakai baju adat berbagai daerah di Indonesia, saya kebagian pakaian yg ada blangkon-nya…. Kapan2 akan kutulis cerita itu…😀

  5. Kami punya Mas, Blangkon + Sepasang Baju Pengantin Jawa, untuk ukuran anak-anak
    dipakai Sajid waktu acara perpisahan ketika TK

    Saya suka melihat Sajid yang pakai kain tapi masih bisa lari-lari dengan gesit
    Sepertinya itu salah satu falsafah lain ttg Laki-Laki Jawa … ehem….😀

  6. iya neeh,saya orang jawa juga lum punya hiks. mengenai falsafah blangkon, saya setuju itu, walopun bnyk juga yg menafsirkan lain😀 he3

  7. kalo yang mblendung (hhahaha) dhe sering liat mas, tapi kalo yang trepes itu yang gimana yaa.. mbok yaa sekalian ditamilkan gambarnya, biar dhe gk harus searching lagi..

  8. Wah kali ini aku udah bosan Mas, dari kemarin-kenarin manggilnya Mba Mulu.. Biasa salah gak apa kan.. dimaafkan syukur gak ya kebangetan…
    I’m sorry MR..?
    Blankon, jika itu sering menjadi filosofi orang jawa diman didepan menghormati dibelang menggenggam tangn ingin memukul..

  9. Saya punya beberapa, tapi tersimpan rapi di almari.
    Kadang saya pakai tapi sangat jarang sekali.
    Pengin pakai tapi pasti diketawain orang.
    Padahal enak dan nggak mudah kena angin.
    Beda ama topi biasa

  10. Assalaamu’alaikum wr.wb, Ari…

    Saya baru tahu namanya “blangkon”. Di Malaysia, blongkon ini biasanya dipakai oleh orang-orang Jawa yang akan menikah secara pakaian lengkap dalam acara persandingan. Ia tidak biasa dipakai untuk sehariani. Memang kacak dan cantik kedua mempelai bergandingan dalam pakaian istiadat orang jawa ini.

    Salam ceria.

  11. Suami saya pakai blangkon waktu nikah dulu, Ri…memang jadi tambah ganteng lo…ehm, ehm…dia kan orang Jawa, jadi akad nikah kami dulu juga pake adat itu, Ri…apalagi kami berdua juga tinggalnya di Jawa Timur…
    *lo, jadi curcol…*

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s