Solitaire dan Sendiri

Semua indah pada waktunya. Itu saja, tidak ada yang lain. Nah loo… aneh bin ajaib, ini aku mau bicara sendiri saja, tanpa ada yang menemani. Solitaire? Siapa yang tak kenal dengan permainan satu itu. Permainan yang tertanam pada system operasi computer berbasic windows itu memang sudah terkenal lama, jauh sebelum daku terlahir ke dunia.

Aku sendiri tak tau, darimana dan siapa pencetus permainan yang membutuhkan konsentrasi tinggi ini. Yang jelas aku juga enggak mau tau dan tidak ingin tau, nanti juga ketahuan sendiri dari postingan para blogger yang menguasai bidangnya.

Meskipun aku tak tau siapa yang memulainya, tapi aku tau hubungannya solitaire dan sendiri. Tentu saja berhubungan dengan acara giveaway-nya bu Ni dan bu Imelda :mrgreen: Solitire dan sendiri merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan. Permainan kartu ini kurang menarik jika dimainkan oleh banyak orang, memang dirancang untuk sendiri.

Jangan dikira karena aku bicara begini lantas aku adalah jagoan. Sebenarnya aku jarang memainkan game ini, tidak mesti setahun sekali. Aku juga tak begitu suka permainan dengan menggunakan kartu, bagiku permainan kartu itu terlihat serius. Lah bagaimana mungkin aku bisa suka, wong tujuan main game itu agar pikiran fresh, bukannya fun, malah kucel bertampang serius. Tentu saja menjadi alasan utama saya untuk tidak suka yang namanya SOLITAIRE.

Solitaire sebenarnya mudah, tidak membutuhkan jaringan internet, tapi butuh kesabaran untuk menyusun kartu hingga selesai. Dan itu yang belum bisa ku lakukan😀 Apakah ada diantara para blogger yang belum bisa? ah, keterlaluan, sama donk:mrgreen:

Klik Start –> All Program –> Games –> Pilih Solitaire

Itu saja. Cara memainkannya hanya dengan menyusun ke-tigabelas kartu dari urutan kartu tertinggi (As) sampai terkecil. Urutan kartunya harus berselang-seling warnanya😀 bingung yah? aku juga bingung sendiri, intinya begitu. Cara gampangnya, setelah kartu 9 hitam muncul selanjutnya kita menumpuk dengan kartu dibawahnya yang berlainan warna (8 merah).

Dulu, ketika masih berseragam putih abu-abu, aku sering memainkan solitaire sesaat sebelum praktik komputer dimulai. Seperti biasa setelah masuk ruang lab, kami saling berebut komputer. Maklum jaman itu sekolahku baru ada lab komputer untuk siswanya. Jika sudah duduk di depan komputer, sebelum ada guru yang masuk pasti tak lain yang dibuka lebih dulu adalah game. Permainan apa saja, termasuk solitaire. Yah, setidaknya permainan-permainan itu bisa menenangkan para siswa dalam lab tanpa susah payah. Pak Guru pun jadi tenang.

Benar-benar hening sesaat dengan solitaire, justru anehnya siswa akan kembali ribut ketika pelajaran dimulai😆 Ah, aku berpikir coba kalau pak guru mengajarkan ilmu tentang solitaire, pasti seru dan banyak siswa yang memperhatikan, hahaha… Kenapa begitu? Ternyata setelah dilakukan penyelidikan dan wawancara dengan teman-temanku, para siswa diam itu gara-gara sedang mengakali cara memainkan solitaire. Bukan gara-gara keasyikan main game card tersebut.

Akhirnya aku memberanikan diri menyimpulkan bahwa solitaire itu memang identik dengan sendiri, buktinya meraka (para siswa) diam dan berkutat pada komputer masing-masing. Mencoba permainan dalam kesendirian😀

Tulisan ini diikutkan pada perhelatan GIVEAWAY :  PRIBADI MANDIRI yang diselenggarakan oleh Imelda Coutrier dan Nicamperenique.

TOMBOL LIKE!

50 responses to “Solitaire dan Sendiri

  1. solitaire..game sederhana yg melelahkan mata.. ada triks khusus utk menaklukkan game ini ga ya? saya ngga pernah menang tuh…hehehe….

  2. Seandainya solitaire itu ada dalm kurikulum, pasti pas ujian gak usah ada tulisan “harap tenang” soalnya sudah pada tenang sendiri hehehe

  3. Ketika aku memainkan solitaire.. aku tidak pernah sendiri.. selalu ada teman setiaku Dji Samsu and Nescafe.. andai solitaire tidak terlahir.. mungkin tak ada kesendirian dan keheningan..😀

  4. Saya betah berjam-jam di depan komputer tapi tak bisa lebih dari 5 menit untuk bermain game, beerbeda dengan salah satu teman kerjaku yang betah berjam-jam main game baik di komputer maupun di ps.

    Semoga sukses di kontes, Mas. Insya Allah.

  5. Ehm, kayaknya ini game yang bikin ketagihan juga ya Ri, belum pernah nyobain sih, cara mainnya aja saya nggak ngerti…hehe, kelihatan kan saya hidup di era mana…?😀

    Selamat ikutan lomba Ari, smoga sukses dengan kesendiriannya…eh, lombanya deng…

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s