Salam Perpisahan Pak Totoy

Telat.

Lagi-lagi aku terlambat. Hanya karena alasan yang tak penting, menurut akal.

16.05 Wita

Dengan santai tak tergesa-gesa, aku memasuki gedung yang paling nyaman di dunia, Masjid. Setidaknya menurutku demikian. Rakaat terakhir tak mulus kukejar hingga salam sang imam bergema. Aku terlambat lagi.

Terlihat ada sesosok pria gagah berdiri di samping mimbar, singgasana imam rawatib dengan memegang microphone kabel. Sosok itu terlihat sendu. Air bening mengalir tipis dari mata tajamnya. Muka memerah, bukan karena malu tapi merah sebab kesedihan melanda. Beberapa kalimat menakjubkan (bagiku) keluar dari orang nomor satu di Kepolisian Daerah Bali itu.

Satu yang kuingat jelas. Selain permintaan maaf, Pak Totoy juga menyerukan kalimat motivasi dan pesan.

“Masjid At-Taqwa Polda Bali ini harus selalu kita makmurkan”

Beliau adalah Bapak Irjen Pol Totoy Herawan Indra, sosok sang pemimpin Mapolda Bali yang ramah dan bersahaja. Aku baru sadar, ternyata berdirinya engkau di samping mimbar adalah yang terakhir selama menjabat sebagai Kepala Polisi Daerah Bali. Selasa sore, tanggal 6 Maret 2012 semua anggota kepolisian dari gedung Mapolda Bali tumpah ruwah di halaman gedung, melepas Pak Totoy.

Selama di Bali, baru kulihat Pak Totoy saja yang setiap saat ke Masjid. Seluruh jamaah menyalami Pak Totoy sebagai bentuk dari rasa hormat. Semua jamaah disitu merasa kehilangan sosok pemimpin dengan gaya bersahaja yang menenteng sajadah cokelat di shaf pertama, saat baliau sholat. Tentu dengan pengawalan ketat.

Melalui tulisan ini, hendaklah kita bisa melihat sisi positifnya. Lihat, Pak Totoy, sosok yang mempunyai tanggung jawab besar kepada seluruh masyarakat Bali dalam hal keamanan dan ketertiban, masih bisa rutin sholat berjamaah. Kenapa kita tak bisa menirunya? Padahal beban kita tak seberat tanggung jawab sosok itu.

Gbr: ardi-lamadi.blogspot.com

Iklan

15 responses to “Salam Perpisahan Pak Totoy

  1. semoga banyak pemimpin yang berkarakter seperti itu, yang selalu menggerakkan orang-orang disekitarnya untuk memakmurkan masjid. Karena dari sinilah segala kebaikan mengalir dan berpengaruh positif terhadap kinerja seseorang dalam kesehariannya

  2. top markotop si bapak Totoy ya masbro, susah nyari pemimpin yg spt itu, apalgi di daerah yg notabene muslim nya minoritas dibanding umat lain…smg si bapak sllu diberi kesehatan dan ttp tak bosan mengajak masyarakat memakmurkan masjid

  3. Kepribadian beliau dari muda sampai sekarang tidak pernah berubah…. sy ingat cerita Alm Aki (Kakek), dahulu sewaktu sekolah, Pak Totoy tak ragu dan tak segan ikut membantu apapun pekerjaan keluarga….memikul kayu bakar sekalipun…..,kami menaruh hormat Jendral…….

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s