Aku Muak Melihatmu, Kasur!!

Tidakkah kawan-kawan keluar rumah pagi ini?

Lihatlah, rinai hujan itu.. Indah, seindah pagiku ini.

Hmm… Hari ini serasa terlepas dari penjara. Penjara yang dibuat sendiri sehari yang lalu. Ya, aku terpenjara di sini, di tempat sendiri. Cukup setahun sekali saja hidup begini, sungguh jika ada tawaran lagi mending aku acungkan diri dengan bendera putih mengibar. Nyerah!

Cukuplah kemarin menjadi cerita untuk anak cucu nanti. Rasanya terpenjara itu tidak mengenakkan, Nak. Kakekmu ini sudah tiga kali dipenjara. Penjara bukan karena tuduhan tindak korupsi atau mencuri, tapi karena salah sendiri berada di sini. Penjara bukan hal yang menyenangkan. Penjara bukan tempat bagus untuk rekreasi, hanya tempat untuk merenung sendiri dalam sepi.

Hhhhmm… Aku bingung bagaimana membahasakan ‘bebas’, meregangkan otot, seperti pemanasan saat hendak senam. Satu.. Dua.. Satu.. Dua.. Ada yang bilang ‘Ngulet’ ada juga yang bilang ‘Mulet’. Entahlah, gambaran ketika aku bangun dari tidur pagi ini seperti itu. hihi…

Aku benar-benar muak melihatmu!

Eits, jangan salah paham ya? aku tidak muak kok melihat dikau, Dik. Ahay…

Sungguh ini adalah momen yang paling bahagia setelah seharian tak melihat cahaya #halah. Kemarin memang hari jumat, tapi serasa hari minggu. Tentu alasannya karena kemarin sama-sama libur kan?

Nyepi. Ada yang tidak tahu dengan Nyepi? Kalau tidak tahu, jangan bertanya padaku ya? Tanya saja pada duo bli Budi (Bli Budiastawa dan Bli Budiarnaya) mereka ahlinya😀

Nyepi adalah sepi. Haduuuh, beneran deh.. Nggak tau menjelaskannya. Yang jelas gambarannya nyepi di Bali itu semua menjadi sepi. Tak ada cahaya, tak ada, suara, tak ada manusia di jalanan, tak ada apapun selain petugas keamanan Bali (Pecalang) di luar rumah. Begitu adanya kira-kira. Semua lampu dipadamkan. Semua tempat-tempat umum, pertokoan, tempat wisata, sekolah, kantor, dan lain sebagainya ditutup. Nyaris seperti tak ada kehidupan. Semua akses masuk dan keluar dari Bali juga ditutup.

Tahu kan film ‘House Of Wax’?

Yah, sepinya seperti itu dikala siang. Tapi di film kan lampunya masih menyala, meskipun sepi. Sensasinya memang luar biasa. Sepi, indah. Penghematan energi yang sangat besar, melebihi penghematan energi Earth Hour yang hanya satu jam. Udara begitu sejuk saat pagi, karena tak ada polusi seperti setiap hari. Nyaman, tenang. Aku suka ketika pagi-sore.

Malam?

Ah, itulah yang mencekam. Bukan karena aku takut kegelapan. Tapi karena aku sudah muak denganmu. Aku muak melihatmu, kasur!! Muak semuak-muaknya, sampai mau muntah #hoeksss… Bantal kucel, sprei kusut. Badanku pegel tidur dengannya. Kasur memang terlihat indah saat-saat tertentu, terkadang aku juga merindukannya. Tapi please! setidaknya untuk hari ini, jangan ganggu aku lagi. Haha… Seharian kemarin, kasur menjadi tempat istirahatku yang paling kusayang. Lain kemarin, lain lagi sekarang.

Aku sudah bosan. Tadi pagi badanku pegal, tidur tak berkualitas. Meski aku banyak tidur kemarin, dan banyak makan, tapi sepertinya kesehatanku tak begitu baik. Badan masih pegel-pegel nih. Aku langsung pergi ke bawah untuk mendekati yang lain, merapat ke sisi PC kesayanganku. Aku rindu, aku kangen sama kamu😆

Baiklah, cukup di sini posting tak jelas dariku. Aku mau keluar dulu, menghirup sejuknya udara pagi dan menikmati hujan. Aku tak mau berlama-lama, takut diambil orang, haha… Sayangnya tak ada yang membuatkan secangkir kopi untukku.

Sumber gbr: http://rajaspringbed.com

47 responses to “Aku Muak Melihatmu, Kasur!!

  1. malam juga ga boleh make lampu ya kang?
    wih kayanya asik juga tuh nyepi tapi sampean ko malah benci, tidur terus sih :p

  2. Ha ha ha, bosen tidur ya Rie? Ngeblog aja…

    Eh, ngomong2 ttg film House of Wax, swear… itu film serem banget. Saya dua kali nonton di Fox Movies tetep tegang.

    • hehe… ngeblognya hanya pagi – sore bli.. itupun kalo males ya lgsg tdr lagi😀
      iya, aku sih nonton di tv aja udah serem😀

  3. Walaaah, rupanya tidur terus bikin pegel jugak ya? Hehehehe…..
    Untung aku gak di Bali, klo harus tidur dengan lampu gelap gulita, waaaaa…..bakalan panik sepanjang masa😀

  4. … Sayangnya tak ada yang membuatkan secangkir kopi untukku …

    Haiyaaaa …
    Ini lah hakikat dari postingan ini …
    Ari curhat … Ari curhaaattt ….

    hehehe

    eniwei …
    mari gerakkan badan …
    Olah raga sejenak … jalan kaki atau bersepeda … hirup udara luar … pasti badan akan segar kembali

    Salam saya Ari

  5. nambah lagi …

    nanti kalau sudah ada yang membuatkan kopi …
    percaya sama saya …

    Kasur itu akan sangat engkau rindukan …
    bagaimana pun kondisinya
    percayalah …
    🙂

    • wah…dalem neh…
      Bertepa sliro utk nyepi sehari, padahal mereka bertoleransi utk kita yg Ramadhan sebulan penuh…hemmm, rasanya sehari dalam ‘sepi’ it’s no big deal. Still so many activity we can do..

    • Una.. jangan samakan konsep ramadhan dan nyepi ya.. bukan masalah nafsu, tapi masalah tidur saja saat nyepi yg bikin pegel badan karena kebanyakan.

  6. kalau tidur terus lama-lama emang bisi bikin sebel, muak dll, hehe..secukupnya aja berarti ya..lebih baik ku lari ke hutan atau ke pantai, daripada ke kasur *ehh😛

  7. aghahahhaha. . .

    springbednya bagus ya om. . .wkwkwkwkwk
    ngeleeet sengulet-nguleteeeeeeeee. . . 😆

    aku malah pingin merasakan, krna di banjar kan panaaas rameee. . .kayaknya adeem malah.😛

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s