Emak-Emak Gaul

Suatu hari, ada seorang emak-emak yang sedang asyik ngobrol, ngegosip sana-sini. Saya mendekati mereka, penasaran dengan apa yang menjadi tema obrolan mereka. Kebetulan bukan hanya perempuan, ada beberapa orang pemuda juga di sana. Tampaknya bukan obrolan biasa.

“Facebookmu opo?”

“Ciye, lah nggaya men tho nggawe facebook tante iki, haha” jawabku serampangan.

“Lah, yo kudune ngono. Senajan aku tante-tante tapi yo tetep eksis ra kalah karo sing enom” *beliau ketawa gulung-gulung kertas

“Walah, sampean dodolan karo main facebook.. Jan.. koncone akeh mesti yo..” aku meneruskan obrolan.

“Nggak juga, paling yo konco-konco dodolan thok” jawabnya, sambil sesekali ngechek handphone-nya.

“Lha kui jare sopo biso nggawe faecbook mbarang” lanjutku

“Biso yo.. jaman teknologi canggih harus bisa dong…” *bergaya artis yang lagi diwawancarai paparazi.

“Tambah gaul yo, Tante.. Awale piye kui, Te?” tanyaku penasaran.

“Hahaha.. Nek eling yo aku ngguya-ngguyu dhewe. Gara-garane koncoku sing dodolan es cendol nggawe fesbuk. Aku yo ra kalah. Mosok wong kerjo ng mBali kalah karo sing nang Solo. De’e nama nang fesbuk jenenge Adi Saputra, padahal asline Parmin” terang Tante Ani.

Tak pelak obrolan itu berubah menggelegar sebab tawa kami. Kami semua terkejut akan latar belakang si Tante membuat facebook, akun jejaring yang saat ini masih ramai itu. Gara-gara ‘gengsi’:mrgreen: *kalau saya dulu gara-gara penasaran.

Eits, tunggu dulu, Tante belum selesai menuturkan ceritanya tentang facebook.

Beliau mempunyai satu anak laki-laki yang masih remaja. Sebagaimana kita ketahui, anak-anak remaja itu senang mengeksplorasi diri. Bergaul dengan siapa saja yang dia suka. Dan ini yang berbahaya. Manakala sang remaja tersebut terpengaruh dengan teman-teman yang ‘kurang baik’.

Berbekal akun facebook yang dimiliki, tante Ani kini setidaknya bisa mengawasi anaknya melalui time line facebook. Si anak memang gemar update status facebook tiap kali akan melakukan suatu kegiatan. Sehingga tante bisa memantau anaknya tanpa harus berhubungan langsung face to face. Si anak pun tidak merasa terganggu.

Yah, meskipun tidak seratus persen mengawasi, Tante tetap bersyukur dengan majunya teknologi yang membuat orang semakin mudah untuk melakukan sesuatu. Akan tetapi perlu diingat, bahwa teknologi secanggih apapun tidak akan bisa menghalangi keburukan maupun kejahatan tanpa iman.

“Wah, tante iki emak-emak gaul yang cerdas” *big applause.

Seiring bertambahnya remaja yang menggunakan akun jejaring sosial seperti facebook dan twitter, maka kita sebagai orangtua harus lebih hati-hati memantau anak-anak agar tidak terjadi kasus ‘kabur’ dari rumah gara-gara facebook.

Bagaimana cara mengawasi anak anda dalam pergaulan?

69 responses to “Emak-Emak Gaul

  1. wahahahahaha… si tante emang top markotop…
    betul kata si tante, dengan mempunyai acc FB bisa memungkinkan memantau pergaulan dan teman2 anak2 yg ada di list friendnya, memang ttp tidak bisa 100% berhasil tp tidak ada salahnya dilakukan.

    bagus artikelnya, santai tapi banyak manfaatnya

  2. prokprokprok *ikutan tepuk tangan*
    hahha~ hebat nih emak2 sekarang canggih & melek teknologi~😆
    kemana2 lihat emak2 lagi sibuk sama bb-nya, mungkin lagi update status kali ya?:mrgreen:

  3. Rasanya ya, Tidak ada namanya (‘kabur’ dari rumah gara-gara facebook.), maksudnya itu ‘kabur’ dari rumah karena omelan si emak,😆

  4. hehehe…skrg ini banyak emak-emak gaul yaaa…?
    anakku msh kecil baru kls 2 SD jadi belum mengalami fase dimana qta hrs mengawasi pergaulan anak di dunia maya

  5. Biar sudah emak-emak gak boleh terlalu gaptek, dong. Apalagi saat putra-putri kita sudah sangat akrab dengan jejaring sosial. satu2 cara memonitor ya emang kudu punya akun jejaring sosial juga.

  6. Hahaha..aku juga emak-emak gaul lho Mas Ari. Tapi tak memantau status anak2 dari FB atau Twitter. Mereka tahu saya ada difollower mereka, jadi kalau update stutus yah..datar2 saja…Gak ada yg perlu dikasih perhatian..

  7. kalau saya si belum mengawasi anak, baru bisa mengawasi ponakan2.😛

    emak-emak gaul dancerdas memang ya, mas ari?
    tidak hanya ngerumpi di FB or Twitter, tapi berbisnis juga?😉

    salluuuuuut. . . ^_*

  8. wah wah,,, ternyata mode gaul membawa manfaat sendiri yo buat emak-emak sekarang😀, haha…

  9. porsi berinternet untuk anak harus diatur di dalam keluarga, terutama terkait dengan waktu dan durasinya. Dan itu harus menjadi aturan dalam keluarga yang ditegakkan berdasarkan kesepakatan antara orang tua dan anak.

    Btw, populasi emak-emak agak kurang ya di twitter…?:mrgreen:

    • wah… benar😀
      dan saya kurang memperhatikan itu, paling karena mereka blm banyak yg tau ya mas.. enakan di fb, hihi

  10. *prokprokprok..
    Tepuk tangan untuk tante yg gahul dan cerdas.
    Saya sama sekali enggak pernah kepikiran bahwa fb bisa d berdayakan untk mengawasi anak2.

  11. Kadang perlu juga orang tua Gaul seperti anaknya untuk mengetahui bagaiamana pergaulan si anak, yanh itung itung second young😛

  12. sering saya dengar teknik ornag tua yang seperti ini… hanya saja sangat ini anak masih kecil jadi belum tahu besok kalau sudah gede apa masih ada Facebook ya…

    memang begitulah jadi orang tua harus bisa update technology jug abiar tidak dibohongin sama anaknya… hehehe

  13. Big applause juga untuk tante gaul…
    Tapi ada baiknya juga tetap memantau anaknya secara langsung. karena facebook tetaplah dunia maya. Siapa yang bisa menjamin seseorang mengatakan sedang begini sedang begitu nyatanya yang dilakukan jauh dari apa yg dituliskan??

    Pegang password si anak jauh lebih aman menurutku😉

  14. Facebook bisa positif atau negatif gimana cara kita menggunakannya ya Ri…
    Saya bukan aktivis fb apalagi twitter…hehe…jadilah saya memantau anak hanya lewat telpon atau sms😀

    • eeehehe… setiap orang kan berbeda bun..😀
      kalo bisa sih anak saya kelak gak kan kukenalkan dengan facebook dan temen2nya😀
      mending ngeblog kan?😉

  15. akun fb dan twitter saya sudah beberapa kali mengalami buka tutup. Alasan dinonaktifkan karena saya merasa kurang cocok di kedua tempat ini, kemudian saya aktifkan lagi karena Sabila pernah buka akun juga, sehingga saya merasa wajib memantaunya, selain itu juga ada beberapa lomba menulis yang diadakan melalui fb, bahkan 6 diantara 7 antologi saya juga bermula dari lomba menulis yang digelar sahabat fb.

    jadi, meski akun fb dan twitter saya sekarang aktif, sesungguhnya jarang sekali update status. Lha wong arep update opo meneh, status saya masih d**a. hehehehe…ga nyambung yo mas Ari?

    • hihihi.. jangan bawa-bawa status di sini dehhh.. ini sama saja promosi gratis😆
      haha..
      bagaimanapun juga seorang penulis susah lepas dari akun jejaring sosial ya pak😀
      salam buat sabila deh, moga dapet ibu baru😀

  16. jangankan tante2… emak ku yang udah punya cucu dari sepupu jadi udah minta dipanggil Oma, fesbukaaaaaann huhuhuh lebih gaul dari anaknya😦

    belum punya anak… tapi kalo ngurusin adik yang masih kecil, slama ini dengan diajak main bareng, jadi skalipun main game online katanya bahaya buat anak kecil, kayanya kalo didampingi sih gapapa… rajin diajak ngobrol juga biar dia terbiasa buat curhat tentang segala sesuatu🙂

  17. Ibu saya bahkan membeli BB demi mengawasi adik saya. Ujung-ujungnya, saya ditodong untuk “mengajari” penggunaan jejaring sosial😆

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s