Pulang Kampung Yang Menyedihkan

Hoam… *nguap, abis turun dari gunung

Ceritanya saya lagi berlibur ngeblog, ada berita duka yang berasal dari kakek saya. Minggu lalu beliau berpulang untuk menuju kehidupan abadi. Mudah-mudahan Allah senantiasa mengampuni segala kesalahan dan dosa di dunia. Dan hendaklah menjadi pelajaran untuk kita semua agar selalu bersiap untuk mencari bekal sebanyak-banyaknya.

Berita duka tersebut semakin menjadi luka kala saya pulang ke TUNSA, desa kecil nan mempesona (versi saya). Bagaimana tidak, perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh dengan sekejap tapi malah nyesek di dada. Ini adalah kali pertama saya dongkol saat pulang kampung, hanya gara-gara kesalahan saya sendiri #Nah lo.

Kesalahan saya hanya beberapa langkah saja. Saat menimbang-nimbang akan  naik trans Jogja atau dengan jasa travel.

16 Juni 2012

Hari itu adalah hari keberangkatan saya ke Tunsa via udara. Yang sehari sebelumnya saya gagal pulang saat kakek wafat dikarenakan tidak mendapatkan tiket. Denpasar – Jogja adalah rute yang akan saya lalui bersama garu** airlines pada pk 07.00 Wita. Pesawat itu adalah armada yang paling awal terbang menuju Jogja.

Kenapa pilih ke Jogja daripada Semarang? Padahal kan Pekalongan lebih dekat dengan Ahmad Yani (Bandara Semarang) daripada Adi Sucipto (Bandara Yogyakarta) Ihh.. pake nanya lagi, kan udah saya jawab, itu penerbangan paling cepat dihari itu.

Lagian, tiket Dps-Smrg lebih mahal daripada ke Dps-Yogya karena transitnya di Jakarta. Otomatis lebih lama dong, lha dari Denpasar ke Jakarta itu melewati Pekalongan.

Cepat, benar. Dari Denpasar pk 07.00 Wita sampai di Jogja pk 07.02 Wib hanya 2 menit tho? Eits, tunggu dulu.. belum berakhir ceritanya.. saya lanjutin besok-besok deh😉

29 responses to “Pulang Kampung Yang Menyedihkan

  1. Innalillahi wa innaillahi roji’un…
    Turut berduka cita. Lah kok ndak kabar2i tho?
    Semoga arwah kakek dimudahkan jalannya, aamiin…

  2. Innalillahi wa innaillaihi roji’un…
    Semoga kakek berpulang dalam keadaan khusnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran, ketebahan dan keikhlasan. Amin, insya Allah.

    Dari Denpasar jam 07.00, sampai di Jogja jam 07.02 ? Itu termasuk lama, Mas Ari. Sampai 62 menit? harusnya sampai Jogja jam 06.30 menit. Nah lho, malah mundur? Ga mundur lah, kan beda WITA dan WIB itu 1 jam.

    • eh iya lupa…
      ikut berbela sungkawa ya masbro senama atas meninggalnya sang kakek. smg arwah beliau tenang dan mndpt tempat terindah di sisi Allah SWT. Amin

  3. Pertama ikut berbela sungkawa atas meninggalnya embah, semoga semua amal ibadahnya dapat diterima disisiNya serta diampuni segala dosa.

    Kedua, wis leeeeeeeeh. Wong wis geduk umah be. sing penitng li waras slamet.😆

  4. Mas Ari, pantesan libur nge-blognya cukup lama. Rupanya sedang berduka ya. Turut berduka atas kepergian kakek ya Mas..Mari doakan beliau sudah tenang di sisi Sang penciptanya. Amin

  5. inalillahi wainailahi rojiun, semoga segala amal kebaikannya diterima disisi Allah SWT🙂
    sabar bagi yang ditinggalkan yaa. .

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s