Bis Tuyul

Bis Tuyul bukan bis yang berisi para tuyul. Bis ini adalah bis favorit para emak-emak untuk pulang-pergi ke pasar. Bis yang sifat dan bentuknya mirip tuyul. Tapi jangan bayangkan tuyulnya seperti tuyul anime casper. Aku kurang tau, apakah bis jenis ini ada di daerah lain atau hanya di Pekalongan saja. Sejauh ini sih, aku belum pernah menemukannya di daerah lain.

Biar tidak salah paham, berikut ini adalah ciri-ciri fisik dari bis tuyul yang kumaksud:

  • Bentuknya kecil, orang-orang sering menyebutnya bis tiga perempat. Menurutku sih, itu bis lebih kecil dari bis tiga perempat.
  • Terdiri dari dua pintu, depan dan belakang. Pintu depan, tapi tidak terlalu depan. Disamping dan belakang supir ada tempat duduknya. Meskipun begitu, ada beberapa bis tuyul dengan satu pintu.
  • Non AC dan tak ada pegangan atas (seperti trans Jakarta).
  • Tanpa tertara trayek tujuan bis di kaca depan.

Mungkin hanya itu yang bisa saya sebutkan. Bentuknya mirip dengan bis sekolah yang kecil. Tapi jangan bayangkan exterior dan interiornya mewah. Yah, cukuplah untuk berteduh dari panas dan hujan, serta bisa membawa diri kita ke tujuan:mrgreen:

Sejauh yang saya ketahui, jalur bis Tuyul itu adalah Pekalongan – Comal (Pemalang). Jalur operasi bis itu hanya di jalur pantura. Meski kecil dan usang, bis ini menjadi favorit ibu-ibu lho. Selain murah tarif yang diberlakukan, bis tuyul juga bisa masuk sampai ke dalam pasar. Itu pengalaman saya naik bersama ibu waktu ke pasar.

Nah, yang saya heran biarpun trayek bis ini adalah Pekalongan – Comal, tapi ini bis bisa melewati jalur-jalur lain. Meskipun tujuan akhirnya tetap sama. Tidak seperti bis lain yang memang lewatnya ya jalur itu-itu saja. Ya, yang jelas, para penumpangnya dikonfirmasi dulu, ada yang turun di jalur lain atau tidak.

Kesimpulan sotoy dariku, mungkin itulah yang menyebabkan bis kecil tersebut dinamakan bis tuyul. Bentuknya kecil dan bisa mencuri jalur lain (yang bukan trayeknya) seperti tuyul di film-film Indonesia😀

Jadi, apakah ditempat anda ada bis macam itu?

26 responses to “Bis Tuyul

  1. Ini menjadi pelengkap tulisan yang kemarin, ya?. Btw, apakah selama ini keberadaan bis tuyul itu tidak mendapatkan keluhan dari para penyelenggara angkutanh dengan ntrayek resmi?.

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s