Cinta Pertama

Cerita khusus dewasa, jika mau membaca lebih lanjut harus didampingi orangtua. Cocok untuk para orangtua yang sedang mengalami puber kedua. Mari bernostalgia dengan menyimak tulisan saya😀

Kalian tau bagaimana perasaan dua orang insan yang tak pernah saling kenal berada dalam satu ruangan?

Aku tau!

Hihi… maluuuuuu banget😳

***

Kalau tidak salah ada 3 orang sahabatnya puteri yang berada menemaninya dalam kamar selama aku melaksanakan prosesi akad nikah. Mereka baru keluar ketika aku diantar menuju ke kamar mempelai.

Rasanya seperti mimpi. Berdosa. Bagaimana tidak, semenjak aku tau apa itu ‘malu’ belum pernah sekalipun ada wanita yang mencium tanganku selain adik😀

Benar kata orang-orang, pengantin itu bagaikan raja dan permaisuri. Aku merasa seperti raja. Masuk ruangan sudah tersedia dua sajadah yang sengaja disiapkan oleh kakak-kakak untuk aku dan sang permaisuri sholat sunah. Lalu dua cangkir madu tersedia dipojok meja kamar.

Andai bisa digambarkan saat itu, pasti wajahku akan terlihat merah tersipu. Begitu juga dengan wajahnya. Kami hanya diam. Sedikit kata. Hanya saling sapa dan menanyakan perasaan masing-masing. Tidak sampai lima menit kemudian, pintu kembali dibuka dan saatnya tukang photo ‘ngerjain’ dua pengantin baru😀

Untung saja photografernya adalah kerabat sendiri, jadi bisa dikode agar tak melakukan hal-hal yang berlebihan. Meski aku narsis, rasanya sifat itu hilang saat foto pernikahan. Maunya sih seluruh rangkaian acara segera selesai agar bisa langsung istirahat. Badan udah capek boo’

Istriku juga menginginkan hal yang sama saat itu, dia sudah dua hari menerima banyak teman-teman yang datang memenuhi undangan. Kasihan.

Oh, Istriku, cinta pertamaku. So sweet kan? hihihi…

Aku yang biasanya tak gentar pada orang lain, saat itu aku dibuatnya gemetar. Aku yang biasanya banyak bicara ngalor-ngidul, saat itu dibuatnya diam. Aku yang biasanya jelalatan, saat itu dibuatnya tertunduk. Meskipun kita sama-sama menunduk.

Ah, alat-alat dokumentasi hanya bisa mengabadikan gambar, tidak dengan perasaan ini. Aku hanya bisa berdoa, semoga perasaan ini tetap ada dan terjaga hingga akhir masa. Coba setiap pasangan suami-istri bisa membuka dan mengingat kembali perasaan seperti saat baru menikah, aku yakin takkan ada perceraian, sebab perasaan orang yang menikah itu terlalu indah untuk dikenang😀

Cukup dulu ah, tiba-tiba kepalaku sakit nih. Pusiiing…

Sumber gbr: arickszone.com

20 responses to “Cinta Pertama

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s