Dongeng Anak

Apakah diantara kalian ada yang masih suka didongening saat hendak tidur? atau malah suka mendongeng sebelum tidur? Jika iya, dongeng tentang apa yang kalian sukai?

Saat SD dulu, saya paling seneng jika Bapak/ibu guru mendongeng di depan kelas. Entah kenapa sepertinya dongeng itu tak membosankan seperti mata pelajaran sekolah. Memang sih tidak ada kurikulum khusus mata pelajaran dongeng, tapi biasanya para guru menambahkan sedikit cerita fiksi (kebanyakan) yang mengandung hikmah untuk memperbarui gairah belajar siswa-siswinya. Dan hal itu terbukti berhasil.

Apa alasannya kalian suka dongeng?

Waktu kecil saya suka dongeng, lebih tepatnya didongengi sebab biasanya cerita yang dibawakan selalu berbeda. Banyak pengetahuan baru di dalamnya, dan setiap kali mendengar dongeng rasanya seolah saya mendapat peran utama di dalamnya. Pemeran jahat maupun baik, sama saja menegangkan dan penuh sensasi bagi saya. Mendongeng juga bisa membuat logika anak berkembang sebab Si Pendongeng akan memancing anak untuk menjelaskan hikmah dalam dongeng tersebut. Seru!

Lain masa kecil, lain lagi setelah dewasa. Dulu didongengi, sekarang menjadi pendongeng. Yup, gini-gini saya pernah lho jadi pendongeng, hihi. Lebih tepatnya sih nemeni mendongeng, tapi tak apalah kerenan dikit. Beberapa tahun silam, sekitar tahun 2008 awal, saya ikut serta menjadi panitia Olimpiade Taman Bacaan Anak (OTBA) yang digalakkan oleh para Relawan 1001 Buku di WTC ManggaDua Jakarta Utara. Peserta terdiri dari seluruh wilayah Jakarta. Salah satu agendanya adalah lomba Dongeng Anak. Didatangi tokoh pencipta si unyil, Pak Raden, sebagai juri sekaligus pendongeng, acara jadi semakin meriah.

Nah, pertama kali menemani anak untuk latihan mendongeng itu susah sekali. Sulitnya adalah untuk menarik perhatian dari anak-anak. Terlebih anak seusia 4-6 tahun yang masih aktif-aktifnya. Awalnya sih memang tidak mudah, ltapi lama-lama bisa juga.

Ternyata perlu latihan secara intensif agar anak-anak mau fokus kepada si pendongeng. Tau sendiri kan, sifat dan karakter anak-anak. Hayooo, siapa yang ingin lebih tau tentang cara bagaimana mendongeng yang baik, silakan bisa bertanya langsung dengan Pak Raden, hehe. Beliau pendongen ulung, menurutku. Apalagi ditambah keahlian menggambarnya, Pak Raden sungguh sosok yang banyak disukai anak-anak dalam mendongeng.

Halah, kok malah mblarah… Intinya saya mau menyimpulkan bahwa dongeng itu sangat disukai oleh anak-anak. Dan menjadi pendongeng itu tidak mudah, perlu membiasakan diri. Yuk kita belajar mendongeng agar disukai anak-anak kita🙂 Apalagi dongengnya tentang kisah nyata yang bisa diteladani, itu lebih bagus.

Sumber gbr: bahabianconeri.blogspot.com

23 responses to “Dongeng Anak

  1. Sy kurang pandai mendongeng. Mgkn karena sy juga dulu jarang di dongengi langsung. Dongeng2 dulu sy dapat dari kaset sanggar cerita.
    Jadi… Mau denger ah kapan2 mas Ari mendongeng. Nitip anak sy 5 ya mas… Qiqiqi..

  2. Saya pernah didongengin oleh orang tua saya dan pernah jadi pendongeng bagi Intan, anak saya Uniknya lagi, saat tinggal jauh darinya, saya di aceh dan Intan di Medan, titip di budhenya, kegiatan mendongeng ini terus berjalan, by selluler phone. setiap malam menjelang tidur dan diakhiri dengan baca doa tidur.
    Sumber dongeng biasanya saya terjemahkan dari chicken soup for the soul -children.

    Kegiatan ini, juga membuat hubungan kami makin erat lho. Jadi bagi saya… dongeng adalah salah satu media menambah eratnya hub kasih dan kebanggaan anak pada org tuanya lho…

    Saya suka dongeng, itu inti dari komen panjang ini mas Ari… hehe

  3. baca postingan ini jadi ingat almarhumah nenek yg tak lupa mendongeng sebelum saya tidur, hingga sma.. gila kan.. dongengannya sama ketika saya masih kecil, tapi tetap saya suka. Tentang Yuyu Kangkang dan Pleting Kuning, trus tentang pangeran yg dibuang.. hehehe🙂

    semoga DIA memberikan surga-Nya di alam kubur beliau.. amin..😦

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s