Membiarkan Kesempatan

Hari ini aku masih menyesal. Memang tepat kata orang, penyesalan itu datang belakangan. Dan benar, kalau datangnya di depan itu namanya bukan penyesalan dong.

Beberapa hari ini aku libur. Bukan libur kerja ataupun libur nelpon istri, tapi libur ngeblog :mrgreen: Alasannya juga bukan karena sibuk, atau karena malas, tapi karena suka-suka dong B-) *Tidak boleh ditiru tanpa bimbingan orang tua #eh*

Menyesal? tidak. Hanya sedikit kecewa pada diri sendiri. Sebab banyak agenda kontes, kuis, lomba yang terlewatkan ๐Ÿ˜ฆ padahal aku sudah ngedraft artikel untuk kontes-kontes itu *huaaaa #nangis di pojokan*

Membiarkan kesempatan, bisa dibilang begitu. Percuma juga menyalahkan diri sendiri, toh semuanya sudah berlalu. Mmmm.. mungkin bukan menyalahkan, lebih tepatnya merenung. Bukan begitu, Pak Guru?

Sebenarnya bukan kali ini saja membiarkan kesempatan. Beberapa kali (sering malah) aku melewati deadline kontes. Bukan masalah besar sih, lagian kontes-kontes menulis itu kan pasti ada lagi. Namun sepertinya aku jadi merasa bersalah. Bersalah pada diri sendiri atau bahkan bersalah terhadap para penyelenggara kontes karena sudah terlanjut mengiyakan keikutsertaanku dalam event yang diselenggarakannya.

Hmm.. kawan, inti postingan ini hanya memotivasi diri agar tak lagi menelantarkan kesempatan, namun kugagal lagi. Hal itu terjadi lagi ๐Ÿ˜ฆ dan aku berharap suatu saat nanti bisa ikut berpartisipasi dalam event menulis yang lain. Dengan mengikuti kontes, kita akan tau sejauh mana kemampuan menulis kita bukan? :mrgreen: *sotoy

Jadi, maapkeun atas postingan nggak jelas ini. Jika sakit kepala berlanjut, hubungi dokter.

Sumber gbr:ย jriggs.wordpress.com

22 responses to “Membiarkan Kesempatan

  1. saya juga harus belajar lebih tekun dalam memanfaatkan kesempatan..
    terutama kesempatan menempuh pendidikan tinggi., dimanfaatkan hingga molor beberapa semester…
    *eh..

    ada kalanya kita memang harus merelakan kesempatan berlalu., agar kesempatan yang lebih menjanjikan dapat datang menghampiri kita ๐Ÿ˜€

  2. semoga tidak terulang lagi mas, saya kemaren juga menyesal banget gak bisa ikut kontes2, tapi karena itu demi keperluan skripsi, saya hanya bisa positif thinking, mungkin bukan rejekinya untuk ikutan ^^

  3. Aku juga menghapus beberapa utang tulisan di list, Ri.. bukan untuk menelantarkan tetapi lebih karena kesibukan di redaksi yg aduuuhhaaai.. :mrgreen:

    Ada baiknya memang berjanji kepada si penyelenggara, kadang itu memacu karena “wis kadhung janji” maka malu jika sampai ingkar janji.. tapi kalau sampai pada tenggatnya malah mogok semangat, kacau juga kan jadinya (muncul perasaan bersalah ๐Ÿ˜ )

    Ambil positifnya saja. Yang penting tetap pompa semangat untuk menulis. Cheers! ๐Ÿ˜€

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s