Kenapa Harus Marah Ditanya Pin BB?

Indonesia termasuk salah satu negara dengan penduduknya pengguna blackberry terbesar di dunia. Pernyataan saya ini bukan tanpa alasan, beberapa waktu yang lalu saya sempat berbincang dengan kawan dari negara tetangga, malaysia. Dan ketika saya tanya tentang pengguna blackberry, beliau menjawab bahwa di malaysia pengguna blackberry relatif sedikit.

Terbukti dari salah satu university di sana hanya ada beberapa gelintir orang yang menggunakan blackberry, terlebih layanannya. Kenapa saya tau, sebab yang kuajak berbincang adalah salah satu dosen di sana. Memang sih masalah handphone itu privasi, dan yang jelas bukan urusan dosen. No, tunggu dulu, beliau ternyata juga sudah melakukan survey sederhana dari sebagian warga perguruan tinggi di tempatnya. Hasilnya, hanya ada kurang dari 5 orang yang menggunakan blackberry, itupun paket BIS tidak mereka aktifkan. Jadi, mereka hanya menggunakan blackberry layaknya hape biasa.

Padahal, sebagaimana kita ketahui bersama, di Indonesia ini hampir setiap sekolah, universitas, kantor pemerintahan, kantor swasta, ADA pengguna blackberrynya. Saya katakan ada lho, bukan semuanya pakai BB. Bahkan sekarang, sebagian pelaku bisnis online menggunakan blackberry untuk mempermudah melakukan transaksi dengan para pelanggannya. Begitupun juga dengan para pelanggan yang menggunakan blackberry, tentu biasanya akan menanyakan pin BB kepada penjual online untuk mempermudah bertanya tentang jenis produk yang dijualnya.

Dari fenomena banyaknya pengguna blackberry ini ada sebagian orang yang sangat sensitif ketika ditanya pin BB. Contohnya para pelaku bisnis online yang tidak mempunyai BB saat ditanya pin BB oleh pelanggannya. Tidak semuanya memang, tapi ada beberapa yang demikian. Bahkan ada yang sampai marah-marah kepada pelanggan, gara-gara ditanya pin BB. Salah satu diantara korbannya adalah saya:mrgreen:

Menurutku sih, tak perlu lah BT atau bahkan sampai memaki-maki, dari yang hanya berubah cuaca tiba-tiba, sampai yang extreme berkoar, “emangnya lu kira semua orang suka blackberry?” intinya, dia tak suka ketika ditanya, “maaf mbak/mas, ada pin BB?”

Yeaahh, apapun itu pertanyaannya, setidaknya kan masih bisa dijawab dengan baik tanpa memaki-maki pelanggan, gara-gara hal sepele DITANYA PIN BB. Saya kira lebih asik jika dijawab: “Maaf, mas/mbak/bro/sist, kami tidak ada pin BB“. Sudah selesai, tidak mungkin kan pelanggan akan maksa nyuruh beli BB dulu baru beli barangnya. Jika ada yang demikian, itu pasti pelanggan tidak waras๐Ÿ˜† bisa kena undang-undang pidana pasal tentang pemerasan:mrgreen:

So, kenapa harus marah ditanya pin BB

 

42 responses to “Kenapa Harus Marah Ditanya Pin BB?

  1. mungkin tuh yg jualan sedang laper sob,, maka nya marah2,, hehehehe,,,

    hmmm,, aku juga dah sering ditanya in pin BB oleh teman2,, tp tenang aku ga sensitif,, apa lagi sampe marah2,, malah karena aku ga punya, makanya aku tawarkan pin yg lainnnya,, misalnya pin ATM,, hahahahaha

  2. mungkin yg marah2 itu lagi sensitif lantaran udah lama pengen punya BB tp blm keturutan :p

    kalo saya d tanya gitu, sy cuma jawab, “saya pakenya whatsapp aja mas, mau…?? ”
    hihihi

  3. Kenapa gak nanya “Mas/Mbak, pake BB ga?” sebelum tiba-tiba nanya pin.. hehehe, kalo menurut saya sih pertanyaan itu “Berapa Pin BB” mengibaratkan seakan-akan semua orang punya BB..๐Ÿ™‚

    just my opinion

  4. mungkin sudah defaulnya ya kebanayakan yang punya bisnis online punya BB, jadi penanya langsung menanyakan pin BB bukannya tanya pakai BB atau gak

  5. Seperti tulisan saya sebelumnya, penggunaan handphone di tengah masyarakat telah menjadi kebutuhan utama. Termasuk di dalamnya adalah penggunaan smartphone Blackberry. Banyak aktifitas yang bisa dilakukan dengan Blackberry, salah satunya adalah dengan menggunakan fasilitas Blackberry Massenger atau yang biasa disebut BBM. Seiring dengan makin banyaknya pengguna Blackberry, maka interaksi antar penggunanya melalalui fasilitas BBM pun semakin meningkat. Hal ini tentu saja rawan terhadap penyalahgunaan yang bisa mengganggu privasi seseorang.

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s