Peduli Halal

Halal, tidak bisa ditawar menjadi agak halal, ataupun sedikit halal. Halal adalah halal, dimana seorang muslim ‘wajib’ mengkonsumsi makanan yang halal, baik dari segi cara mendapatkannya, bentuk/ jenis makanannya, atau halal dari segi cara pengolahannya. Akan tetapi banyak diantara kita yang hanya melihat kehalalannya dari segi jenis makanan tersebut, sebenarnya itu salah.

Ada sebuah kisah, kisah nyata dari seorang teman saya (TS). Ketika berkunjung ke sebuah daerah wisata yang kebanyakan non muslim, beliau bertanya pada sopir taxi (SP) yang ditumpanginya dari bandara menuju tempat tersebut.

TS: Teman Saya | SP: Sopir Taksi

TS: Pak, baru jam segini kok perut saya sudah lapar ya, bisa tunjukkan saya ke rumah makan yang enak di daerah sini?

SP: Ohh, bisa pak, memangnya mau menu makanan yang seperti apa?

TS: Saya lagi pengen makan bebek goreng nih Pak, dimana ya yang enak? saya muslim, nyari tempat makan yang halal.

SP: Ohh bebek ya, gampang Pak. Di daerah XX ada rumah makan bebek goreng yang sangat terkenal dan ramai. Banyak kok muslim/muslimah yang makan di tempat itu. Lokasinya juga nyaman, berada di persawahan, bisa memanjakan mata kita. Kebetulan saya kenal dengan pemilik restoran tersebut.

TS: Boleh deh, tapi itu halal ya Pak?

SP: Halal, Pak. Banyak muslim yang makan di sana kok. Meskipun pemiliknya orang non muslim.

TS: Terus itu bebeknya disembelih sendiri apa didatangkan dari tempat lain?

SP: Kayaknya disembelih sendiri, Pak. Tapi jangan khawatir, dia juga pake doa-doa kok, seperti umat muslim saat menyembelihnya.

Mendengar penjelasan dari sang sopir taksi tadi, teman saya langsung meminta bapak supir untuk tidak melanjutkan perjalanan ke rumah makan bebek goreng tapi memutar arah menuju ke rumah makan padang yang sudah jelas kehalalannya. Pak Supir yang bingung dengan keputusan teman saya langsung bertanya kembali.

SP: Kenapa nggak jadi, Pak?

TS: Di dalam islam, menyembelih hewan itu harus membaca ‘bismillah’ agar halal. Jadi tidak bisa dengan doa selainnya.

SP: Oo..

Dari pengalaman teman saya tadi, dapat diambil kesimpulan bahwa masih banyak orang yang kurang memahami jenis makanan yang halal. Sudah ada aturan dalam islam tentang kehalalan suatu makanan. Bukan hanya karena banyak muslim yang makan ditempat tersebut lantas kita menganggap bahwa resto tersebut adalah HALAL. Belum tentu. Sebagian umat muslim pula mengetahui yang halal mana yang haram mana, tapi banyak yang kurang peduli dengan berbagai alasan. Biasanya hanya karena alasan “tidak enak” mau menanyakan kehalalan produk tersebut, takut menyinggung, dan lain-lain.

Sahabatku, itu hanya salah satu contoh kasus. Masih banyak hal serupa di Indonesia. Untuk itu, saya mengajak kita semua untuk peduli halal dengan cara sesuai kemampuan kita. Jika bimbang dengan suatu produk lebih baik cari yang lain, insya Allah masih banyak yang jelas kehalalannya. Apabila produk tersebut adalah produk kemasan, cara mudah untuk mengetahui kehalalannya adalah dengan melihat logo halal dari MUI. Yang penting kita ikhtiar sebisa mungkin. Kenapa sih harus HALAL? … Causes HALAL make difference..

Siapapun boleh makan makanan HALAL, termasuk non muslim, tapi seorang muslim TIDAK BOLEH memakan makanan non HALAL. Yuk peduli Halal😀

15 responses to “Peduli Halal

  1. Betul mas Ari… secara awam pemahaman tentang halal barulah kalau makanan tidak mengandung unsur babi. Sedangkan dr bumbu2 tidak diperhatikan. Apalagi proses penyembelihan.
    Maka umat muslim mmg harus mengupayakan dr hulu ke hilir makanan yang halal toyibah.

    • iya, itu kan hanya oknum. yang jelas semua hal apapun ada saja peluang terjadi kecurangan. sebisa mungkin memang makan masakan rumah yang diolah sendiri, lebih halal dan higienis…😀

  2. Betul bgt mas, klo bisa kita harus menanyakan dulu makanan2 tersebut apakah halal atau tidak.
    Sekarang aku lg belajar untuk slalu bertanya klo lg makan di resto/tempat makan umum.
    untuk produk2 perawatan tubuh jg begitu. sebisa mungkin nyari produk yg berlabel halal.

    • wah.. keren.. aku juga lagi belajar kek gitu mbak.. biar lebih mantap dan tidak was-was yah… kalaopun mereka berbohong, itu tanggungan mereka pada Yang Maha Kuasa.

  3. Benar sekali. Halal tidak bisa diperdebatkan.
    Waktu saya di LN, sebisa mungkin saya cari warung yang memang halal, bukan karena omongan orang “itu halal kok, banyak muslim yang makan di situ”.

  4. Ping-balik: Mau Bergabung Dengan Milis Peduli Halal? | Tunsa·

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s