Waspadai Penipuan Via Sms dan Telepon

Waspadalah! Waspadalah!

Aihh.. Hari gini masih tertipu dengan telepon dan sms berhadiah? Kok nggak gaul banget ya itu orang. Kasihan. Bagaimanapun tindak penipuan itu merugikan, terlebih melibatkan uang. Itu sudah termasuk tindak kriminal.

Ternyata orang Indonesia itu tipe orang yang gampang ditipu, makanya sms / telpon hoax berhadiax bertambah marax. Padahal pihak kepolisian sudah memperingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tindakan kriminal tersebut. Buktinya pada salah satu lokasi di Denpasar terpampang spanduk besar berisi tulisan kurang lebih begini: WASPADALAH TERHADAP MODUS PENIPUAN MELALUI SMS DAN TELEPON.

Pertanyaannya kenapa masih saja ada orang yang kena tipu? apa karena mereka tak pernah melihat kasus penipuan serupa di berbagai media? jawabannya TIDAK. Justru orang yang sudah sering melihat berita penipuan itu masih bisa kena tipu sendiri dengan kasus yang sama hanya saja berbeda cara.

Contohnya si Om, sebut saja Om Fulan. Beliau baru saja kena tipu dengan modus telpon berhadiah sepeda motor. Ckckckck. Padahal saya yakin Om Fulan tidak pernah buta akan media. Tapi kenapa justru dia yang kena tipu?😀

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terpana dengan iming-iming hadiah tunai jutaan bahkan milyaran rupiah atau dalam bentuk properti. Berikut ini beberapa faktor tersebut: (Saya ambil dari pengalaman Om Fulan saat kejadian)

  1. Benar-benar bernafsu ingin mobil / uang tunai banyak dengan cara cepat selama bertahun-tahun hingga sampai terbawa dalam mimpi. Bayangkan, bertahun-tahun mendambakan sebuah mobil/motor tapi tak bisa membelinya dengan cepat, tiba-tiba ada yang memberi secara gratis untuk anda, bagaimana perasaannya. Pasti terkejut. Nah, pada saat itulah si TUTI (Tukang Tipu) beraksi meyakinkan kepada orang tersebut. Jika kondisi korban seperti ini maka sangat gampang dimanfaatkan oleh TuTi
  2. Kekurangan uang, padahal kebutuhan banyak yang belum beli. Nah, ini makanan empuk lagi untuk para penjahat. Kemarin Om Fulan kebetulan ada orderan besar, sedangkan ia kekurangan modal. Saat terpuruk kebingungan bagaimana cara mencari uang untuk membeli barang, tiba-tiba ada telepon berdering yang ‘katanya’ akan memberi hadiah motor secara cuma-cuma. Dengan kepiawaiannya dan melihat gelagat si Om Fulan sangat membutuhkan uang maka dengan mudah si Om hanyut dalam buaian penipu tadi.
  3. Pengalaman pertama dan gagap media informasi. Faktor yang terakhir adalah karena baru kali pertama seseorang mendapat telepon penipuan sejenis itu cenderung lebih mudah orang tersebut kena tipu.

Oke, segitu saja.. Faktor yang lain cari sendiri tau ya, saya mau nipu istri dulu (maksudnya: merayu) #eh😆

Meski sekarang jaman semakin canggih tetap saja tak bisa membendung kejahatan. Bahkan kejahatan jaman ini juga ikut lebih canggih. Bagaimanapun juga seorang penipu lebih cerdik daripada yang ditipu. Lah buktinya mereka bisa nipu orang, ya sudah tentu lebih cerdik bukan?😀 hanya saja cerdik dalam hal penipuan itu tidak dibolehkan oleh undang-undang maupun agama.

Happy monday😉

24 responses to “Waspadai Penipuan Via Sms dan Telepon

      • Mestinya sms itu jangan dibales sms, apalagi ditelepon.

        Akhir-akhir ini beredar modus penipuan baru. Penipu akan kirim sms yang seolah-olah merupakan sms nyasar, misalnya bunyinya begini, “Rumah yang Anda iklankan itu mau saya beli. Ke mana saya harus transfer?” atau “Dijual: perangkap tikus untuk rumah Anda”.
        Jika kita iseng membalas sms itu hanya untuk sekedar ngomong, “Maaf, salah sambung” sebetulnya kita tanpa sengaja telah mensubmit nomor telepon kita untu suatu layanan SMS premium. Sebuah komputer di sana telah di-setting untuk mengirim sms terus-menerus ke nomor kita, yang sayangnya biaya untuk pengiriman SMS itu akan diambil dari pulsa kita. Jadi, cuma gara-gara niat kita berbaik hati merespons SMS yang kita sangka salah sambung, bisa berbalik menjadi akses untuk menyedot pulsa kita tanpa kita sadari.

  1. Yang kena tipu biasanya orangnya kagetan mas… denger hadiah yang gratis+murah dikit langsung gragapan🙂
    Salam kenal dari Semarang

  2. Kesulitan hidup …
    Himpitan ekonomi …
    kadang membuat logika jadi agak buntu …

    Semoga kita semua selalu dalam keadaan “alert” … waspada …
    (apapun kondisi kita …)

    Tak ada cara lain untuk mendapatkan rezeki … selain bekerja !

    Salam saya

  3. Kebanyakan korban kena tipu karena terbujuk rayu dengan iming-iming hadiah, jarang baca media, tidak mau minta pendapat teman, dan yang paling bikin gregetan adalah korban terlalu tolol.

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s