Saatnya Menukarkan Uang Baru

Saatnya menukarkan uang baru \(^^)/

Bulan ramadhan sebentar sudah memasuki hari pertengahan, semoga kita tambah semangat untuk memanfaatkannya sebagai ladang amal ibadah yang pahalanya berlipat ganda. Beberapa orang meskipun masih pertengahan sudah bersiap untuk pulang ke kampung halaman. Mulai dari mempersiapkan tiket atau kendaraan untuk mudik, barang bawaan, hingga menyiapkan uang baru😀

Uang baru merupakan salah satu hal yang harus dipersiapkan bagi seorang yang hendak mudik untuk diberikan kepada keponakan atau anak-anak kecil yang kurang mampu. Meski tidak selalu, biasanya anak-anak menyukai uang yang baru, bentuknya masih mulus dan baunya belum bau tangan:mrgreen: Saya juga masih suka uang baru, walaupun lebih memilih nilai uangnya daripada bentuk uangnya, haha. Asal masih utuh saja dan masih bisa untuk transaksi jual beli.

Fenomena menukarkan uang baru ini sudah berjalan tiap tahun. Bagi sebagian orang bahkan sudah menjadi tradisi tahunan, seolah kurang afdhol mudik tanpa membawa uang baru. Kejadian rutin tersebut ditanggapi oleh Bank Indonesia, tempat kita menukarkan uang baru, dengan membuka layanan penukaran uang baru.

Di Denpasar, Bank Indonesia pusat bahkan memasang baliho besar pada jalan masuk bank. Baliho tersebut berisi himbauan atau tata cara menukarkan uang baru di Bank Indonesia.

Harus Rela Antri di BI

menukarkan uang di bank indonesiaSaya sendiri belum pernah menukarkan uang sendiri ke Bank Indonesia. Padahal semua orang memperoleh uang baru ya dari Bank Indonesia. Ada salah satu kawan saya yang sering menukarkan uang baru setiap tahun dalam jumlah besar. Selain untuk ‘angpao’, dia juga memberikannya kepada fakir miskin di kampung halaman.

Nah biasanya saya hanya “nempil” sama dia, sebab saya hanya menukarkan uang sedikit:mrgreen: Menurut penuturannya, menukarkan uang di Bank Indonesia pada masa-masa seperti sekarang ini tidak menyenangkan. Dia harus rela antri untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Apalagi jika mendekati waktu mudik, antrian akan bertambah panjang. Memang sebagian orang sengaja menukarkan uang baru untuk tujuan yang sama. Ada juga yang menukarkan uang untuk ‘bisnis’.

Jual – Beli Uang Baru


jasa penukaran uangSebetulnya mendapatkan uang baru tidak harus di BI, bisa juga kita membeli dari para orang dipinggir-pinggir jalan raya. Iya, kita harus membeli. Biasanya banyak orang yang membawa uang baru ditawarkan kepada pengguna jalan atau pemudik. Terutama di Pantura dan lampu-lampu merah. Sebenarnya tidak diperbolehkan jual beli uang, karena mengandung riba.

Jadi, sistemnya begini:

Satu bendel uang 5.000 (lima ribu rupiah) ada 100 lembar dengan total nilai Rp 500.000, nanti kita membeli satu bendel itu dengan harga yang lebih mahal, misalnya Rp 520.00. Untuk setiap berapa gitu harus nambah beberapa rupiah, saya tahu pasti jumlahnya karena tidak pernah membeli. Seharusnya kalau kita mau menukar uang 5 ribu ya diganti 5 ribu, tidak lebih. Kelebihannya itu adalah riba, na’udzubillah.

Kalau kita menukarkan uang di BI maka akan diberi sesuai nilainya. Tapi ada juga oknum yang meminta uang lebih untuk jasa😦

Well, sudahkah Anda menukarkan uang baru? Sekaranglah saatnya, mudah-mudahan saja masih sepi, hehe.

6 responses to “Saatnya Menukarkan Uang Baru

  1. Ping-balik: Uang Baru Dikira Palsu | Tunsa·

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s