Suatu hari seorang lelaki bernama Otong mengeluhkan pendengaran istrinya yang kian memburuk kepada seorang dokter spesialis. Ia datang sendirian, ke dokter tanpa istrinya dengan harapan hanya konsultasi saja. Lagi pula ia takut istrinya tersinggung jika diajak ke dokter untuk diperiksakan pendengarannya.
“Seberapa burukkah pendengaran istri Anda?”, tanya dokter usai mendengar keluhan si Otong.
“Entahlah dok, yang jelas saya harus berteriak saat bicara dengannya”, jawab Otong.
“Baiklah, kalau begitu ikuti anjuran saya. Berdirilah sekitar 6 meter dari istri Anda lalu katakan sesuatu. Jika dia belum bisa mendengar maka berdirilah lebih dekat dengannya dan katakan apa yang Anda katakan sebelumnya. Kalau belum juga bisa mendengar teruslah mendekat. Dengan begitu saya tahu berapa jarak maksimal pendengarannya”.
Otong pun pulang ke rumah. Saat menjelang petang, Otong melihat istrinya sedang memasak di dapur. Ia berusaha mempraktikkan nasihat dokter. Otong segera berdiri 6 meter dari istrinya, lalu mengatakan sesuatu
Tak ada jawaban. Otong mendekat, kali ini berjarak 5 meter dari istrinya dan menanyakan hal yang sama. Jawaban juga tak terdengar, demikian juga pada jarak 3 meter. Akhirnya ia berdiri persis di samping istrinya.
“Makan apa kita malam ini?”, katanya setengah berteriak
Istrinya berbalik menghadap Otong dan memelototinya, lalu berteriak
“Untuk keempat kalinya kubilang, KAMBING GULINGGGG!”
Ternyata yang pendengarannya kurang itu si Otong, bukan istrinya 😆